RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Setelah melalui proses panjang serta peresmian yang sebelumnya disampaikan dalam rilis resmi Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) pada 3 Januari 2026, pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya diperkenalkan kepada publik secara resmi. Acara perkenalan perdana tersebut berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa, 13 Januari 2026.
Dalam perkenalan pertamanya, pelatih berkewarganegaraan Inggris itu langsung menegaskan bahwa dirinya akan selalu mendengarkan kemauan serta ekspektasi para suporter Timnas Indonesia. Menurutnya, harapan besar agar Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia merupakan dorongan positif yang akan ia sikapi dengan terbuka.
BACA JUGA: Bukan Karena Uang, Ini Alasan Sebenarnya David Da Silva Pilih Jadi WNI
Herdman menuturkan, ia akan menerapkan pendekatan yang sama seperti saat menangani Timnas Kanada. Kala itu, Kanada membutuhkan waktu panjang untuk akhirnya bisa tampil di Piala Dunia, dan proses tersebut sama sekali tidak instan.
“Kami akan mendengarkan para penggemar, kami akan menggunakannya sebagai energi. Dan bagi para penggemar, lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam semalam. Kanada membutuhkan waktu 36 tahun, dan Indonesia telah mengambil langkah besar baru-baru ini. Kita harus mengambil langkah selanjutnya, dan kita akan melakukannya,” ujar Herdman di hadapan audiens yang hadir.
Selain itu, di balik pekerjaan barunya tersebut, Herdman menyebut tekanan dari suporter Garuda yang ingin melihat Indonesia tampil di Piala Dunia bukanlah sebuah tuntutan. Baginya, hal itu justru menjadi sesuatu yang baik dan dapat diubah menjadi harapan yang mendorong kinerja tim.
“Ini bukan tekanan, ini sebuah hak istimewa. Dulu saya sangat menantikan momen itu ketika sebuah negara berhenti hanya untuk kualifikasi Piala Dunia pertama. Saya berpegang teguh bahwa tekanan ini adalah sebuah anugerah yang diberikan untuk diwujudkan menjadi kenyataan,” ungkap pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Di akhir pernyataannya, Herdman juga menegaskan bahwa tingginya ekspektasi dari para pendukung Timnas Indonesia justru membuatnya semakin percaya diri. Menurutnya, jika target tersebut tercapai, hal itu akan menjadi hadiah terbaik bagi negara yang ia latih.
“Tekananlah yang dapat membentuk kita dan mendorong kita untuk menghadirkan momen itu bagi negara ini, serta menjadi persembahan terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Herdman juga menekankan fokusnya untuk membangun budaya tim yang inklusif dan kuat terlebih dahulu. Ia ingin membentuk identitas permainan yang jelas, sekaligus meningkatkan kualitas permainan tim secara keseluruhan demi menjawab tekanan dan ekspektasi yang ada.










