Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stagnan di angka 5% selama satu dekade terakhir (2014-2024). Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menargetkan kenaikan pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Untuk mencapai angka tersebut, diperlukan strategi yang kuat dalam pengelolaan investasi, ekspor-impor, konsumsi, serta belanja negara.
Ivestasi Asing
Rafli juga menyoroti bahwa investasi asing yang masuk ke Indonesia masih sangat kecil, hanya sekitar USD 100 per kapita. Oleh karena itu, Danantara diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Danantara hadir sebagai strategi baru di era kepemimpinan Prabowo. Badan ini akan mengelola aset negara, terutama dari BUMN yang memiliki dividen tinggi. Dengan pengelolaan yang baik, aset tersebut dapat dikembangkan dan menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi perekonomian nasional.
“Jika ekonomi tumbuh, maka kesejahteraan rakyat juga meningkat. Dengan adanya Danantara, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan yang lebih kuat dan stabil,” ujarnya.
Sebagai masyarakat, Rafli Maulana menegaskan pentingnya mendukung kebijakan Presiden Prabowo yang bertujuan untuk kepentingan rakyat. Ia optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia akan mencapai kemandirian ekonomi dan menjadi pusat perekonomian dunia.
BACA JUGA: Resmi Diluncurkan, Ini Tugas dan Fungsi Danantara
“Prabowo adalah pemimpin yang tulus dalam bekerja untuk rakyat. Saya yakin dengan adanya Danantara, Indonesia akan semakin maju dan mandiri,” pungkas Rafli.











