Capaian Gibran Membawa Pertumbuhan Ekonomi di Kota Solo

RUANGBICARA.co.id – Lebih dari dua tahun masa kerja Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo, berbagai capaian pembangunan telah dihadirkan. Sejak dilantik pada Januari 2021 lalu, Gibran dinilai telah berhasil mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Kota Solo.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, menjadi salah satu tokoh yang memuji kinerja Gibran dalam memimpin Kota Solo. Menurut Luhut, berbagai event-event nasional dan internasional yang seringkali diselenggarakan di Kota Solo menjadi bukti dari capaian kinerja Gibran.

“Saya kira sudah bagus, apa yang dilakukan Pak Gibran. Menurut saya sudah luar biasa. Pertumbuhan ekonomi (Kota Solo) 6,25 persen lebih tinggi dari nasional,” ujar Luhut di Solo pada 21 Juni 2023.

Apakah pujian tersebut berlebihan?

Angka Pertumbuhan Ekonomi Kota Solo Lebih Tinggi dari Nasional

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo (KPw BI Solo) memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi Kota Solo dibawah pimpinan Gibran sepanjang 2022 tembus angka 6,2 persen.

Lebih jauh, dari data hasil perhitungan tersebut, maka BI Solo memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi Kota Solo pada 2022 lebih tinggi dibanding angka provinsi dan nasional. Yang hanya sebesar 5,31 persen.

Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, angka tersebut sekaligus membuktikan realisasi pemulihan ekonomi di Kota Solo, khususnya pascapandemi covid-19.

Data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

Merujuk data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 5 sektor penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar.

Kelimanya secara berurut adalah sektor teknologi dengan angka share sebesar 1,08 persen, sektor informasi dan komunikasi sebesar 2,11 persen, sektor perdagangan besar dan eceran meliputi reparasi mobil dan separasi motor dengan angka sebesar 4,60 persen, sektor industri pengolahan sebesar 5,72 persen. Dan tertinggi adalah sektor penyedia akomodasi makan dan minum sebesar 43,62 persen.

Meski tidak secara eksplisit, Nugroho Joko Prastowo menilai kebijakan Gibran dalam melakukan pembangunan memiliki andil positif terhadap trend angka pertumbuhan ekonomi di Kota Solo.

Salah satu yang mengalami pertumbuhan adalah sektor konstruksi, lebih baik dibanding tahun 2021 lalu.

“Ada konstruksi baru dan ada proyek multiyears. Misalnya, Grand Mosque Sheikh Zayyed, lebih besar realisasinya di 2022. Kemudian yang baru ada pembangunan simpang Joglo. Itu yang kami hitung selain proyek lainnya di sisi konstruksi. Kemudian sektor perdagangan, transportasi dan lain sebagainya. Kami hitung perkembangan kemudian ketemu angka pertumbuhan Solo,” jelasnya Nugroho.

Nugroho menambahkan, indikator lain angka pertumbuhan ekonomi salah satunya ditunjukkan dengan angka kunjungan ke Solo yang semakin meningkat pada 2022.

“Sepanjang tahun 2022, ada 822.866 kendaraan masuk ke Kota Solo. Tahun 2021 itu hanya 645.125 kendaraan. Artinya, banyak orang datang ke Solo untuk beraktivitas ekonomi,” terangnya.

“Ini berimbas juga pada tingkat hunian hotel yang meningkat di 2022. Dari 36,2 persen di 2021, menjadi 61,9 persen di 2022. Naik dua kali lipat dibandingkan 2021,” sambung Nugroho.

Terobosan Gibran, Bekerja ala ‘CEO’

Dalam sebuah kesempatan, Gibran membagikan tips keberhasilannya mampu menghadirkan angka pertumbuhan ekonomi yang baik di Kota Solo.

Sebagai representasi seorang pemimpin muda, Gibran melakukan terobosan dengan merubah cara kerjanya sebagai Wali Kota.

Dalam menjalankan tugas sebagai Wali Kota, Gibran menerapkan cara berpikir layaknya seorang Chief Executive Officer (CEO) atau pemimpin perusahaan.

Terlebih jika dibanding dengan daerah lain, Solo praktis tidak memiliki sumber daya yang memadai sebagai potensi pendapatan daerah.

Baca juga: Herman Darnel Ibrahim: Dua Misi dalam Satu Aksi

“Solo ini tricky, nggak punya pertanian, nggak punya pertambangan, nggak punya perikanan, nggak punya apa-apa benar, itu benar. Makanya harus segera kita ubah cara kerja kita,” kata Gibran.

“Saya pertama kerja (menjadi Wali Kota), ya ASN nggak bisa cara berpikir seperti ini. Terus ini, perlu cara-cara berpikir seperti CEO. Karena kotanya nggak punya apa-apa, kita harus create (menciptakan) sesuatu. Tempat-tempat yang sebelumnya jelek kita percantik,” imbuh dia.

Kepuasaan Masyarakat Berujung Elektabilitas Meningkat

Capaian kinerja Gibran ternyata cukup dirasakan oleh masyarakat.

Belum lama ini, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) merilis hasil survey terkait indeks kepuasaan masyarakat terhadap kinerja Gibran.

Hasilnya, 96 persen responden mengaku puas dengan kinerja Gibran.

“Tingkat kepuasan masyarakat dua tahun pemerintahan Gibran dan Teguh sebesar 96 persen dengan jumlah score 1.709 serta IKM 3,057 dengan kategori memuaskan. Ini meningkat 2 persen dari tahun kemarin,” sebut Ketua Magister Administrasi Publik Unisri.

Survei tersebut diambil dari 560 responden di 56 titik Kota Solo.

Dan entah sebuah kebetulan tidak, capaian kinerja Gibran juga semakin membuat namanya melambung.

Bahkan baru-baru ini, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilih hasil survey terkait peta kompetisi pemilihan Presiden (pilpres) 2024 mendatang.

Nama Gibran mencuat sebagai salah satu calon Wakil Presiden dengan elektabilitas yang tinggi, mengalahkan nama-nama politisi senior seperti Airlangga Hartarto, Andika Perkasa, hingga Puan Maharani.

Menarik untuk terus melihat bagaimana terobosan-terobosan yang akan dikerjakan oleh Gibran.

Dan untuk selanjutnya, apakah sudah saatnya bagi Gibran untuk memperluas wilayah pengabdian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar