Diduga Ijazah Palsu, Ini Kata KCD Dindikbud Banten dan Pihak Sekolah

Lebak – Dugaan penerbitan ijazah palsu oleh SMKS 17 Agustus Rangkasbitung mencuat setelah adanya perdebatan orang tua alumni pada musyawarah di ruang kelas pada 20 November 2023 lalu.

Kabar ini mendapatkan respons dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Wilayah Lebak, Gugun Nugraha, yang langsung menugaskan pengawas untuk menyelidiki kasus ini.

“Saya langsung menugaskan beberapa pengawas, untuk melakukan klarifikasi dan koordinasi ke sekolah yang bersangkutan. Karena tadi melalui via handphone saya baru mengetahui informasi filialnya itu induknya di Pandeglang, lantas luput dari pendataan kita,” kata Gugun saat berada di kantornya pada Rabu, (22/11/2023).

Dari dugaan sementara, terdapat sembilan alumni yang konon menerima ijazah palsu dan mengalami masalah. Kejadian ini terbongkar setelah salah seorang alumni kesulitan melamar pekerjaan karena ijazahnya dianggap bermasalah.

Baca juga: Disperindag Lebak Kabulkan Tuntutan Ojol Soal Parkir di Pasar Rangkas

KCD Dindikbud Banten berencana memanggil pihak sekolah, SMKS 17 Agustus Rangkasbitung, ke kantor mereka untuk melakukan klarifikasi terkait masalah ini.

“Nah ini terkait dengan keberadaan sekolah ini, ada di wilayah Kabupaten Lebak. Tentu ini juga menjadi dasar kita untuk mengundang sekolah tersebut ke kantor kami di KCD, jadi rencana paling lambat besok,” ucap Gugun.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKS 17 Agustus Rangkasbitung, Anita Rahayu Lestari, membantah tuduhan bahwa ijazah yang diterbitkan palsu.

Menurutnya, yang menjadi permasalahan adalah tanda tangan dan stempel yang tidak sesuai. Anita menjelaskan bahwa tanda tangan tersebut dilakukan tanpa izin dari sekolah induk.

“Yang pasti, itu bukan Ijazahnya yang palsu. Tapi tanda tangannya di batikan, artinya yang melakukan tanda tangannya harus orang yang bertanggung jawab tentang itu, tapi itu tanpa seizin sekolah yang di induk,” ungkap Anita.

Perbedaan cap stempel dan tanda tangan menjadi sumber masalah pada ijazah tersebut.

“Dan juga penempatan stempel yang salah, sebetulnya bukan Ijazahnya yang palsu tetapi tandan tangannya yang di batik itu, tanpa seizin yang punya sekolah SMK 19 Maret,” pungkasnya.

Diketahui, SMKS 17 Agustus Rangkasbitung merupakan cabang dari SMKS 19 Maret yang berpusat di Kabupaten Pandeglang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *