RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Masih dalam suasana peringatan Hari Kartini, sosok perempuan inspiratif di sektor energi nasional baru-baru ini mencuri perhatian. Dia adalah Arsyadany Ghana Akmalaputri, yang baru saja resmi dinobatkan sebagai Woman in Energy Leadership Excellence 2026 dalam ajang Listrik Indonesia Award.
Penghargaan ini sendiri diberikan atas kontribusinya yang dinilai nyata dan signifikan dalam mendorong kemajuan industri kelistrikan di Indonesia. Dan menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam sektor energi yang dikenal kompleks dan penuh tantangan.
BACA JUGA: Transisi Energi RI Dikebut, PLN Ingatkan Risiko Jika Tak Bijaksana
Dalam kesempatan itu, Arsya menegaskan bahwa keterlibatan perempuan justru membawa nilai tambah tersendiri.
“Sektor energi ini adalah sektor yang sangat kompleks. Ketika perempuan diberi ruang untuk berpartisipasi aktif, saya yakin dengan kemampuan berkoordinasi, berkomunikasi, serta mengelola berbagai hal dalam satu waktu, perempuan mampu memberikan kontribusi besar,” ujarnya kepada wartawan usai diberikan penghargaan dalam ajang Listrik Indonesia Award di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Lebih lanjut, perempuan yang juga merupakan lulusan program Authentic Leader Development dari Harvard Business School ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi keunggulan perempuan dalam mengelola sektor energi yang dinamis.
“Perempuan itu punya kemampuan bersinergi antar sektor dan ini menjadi kelebihan yang bisa diberikan oleh perempuan terutama dalam mengelola sektor energi yang begitu kompleks,” jelas Arsya.
Dengan demikian, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kiprahnya di sektor kelistrikan dan energi tidak bisa dipandang sebelah mata. Lalu, bagaimana perjalanan karier dan kontribusinya hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemimpin perempuan unggul di sektor kelistrikan?
Perjalanan Karier
Arsyadany Ghana Akmalaputri lahir di Semarang pada 25 Oktober 1982. Ia resmi menjabat sebagai Direktur Distribusi PLN sejak 18 Juni 2025 berdasarkan keputusan Menteri BUMN.
Dari sisi pendidikan, Arsyadany memiliki latar belakang yang kuat di bidang teknik dan manajemen. Ia menyelesaikan S1 Teknik Elektro di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2004, kemudian melanjutkan S2 Manajemen Bisnis di Universitas Diponegoro pada 2017. Ia juga meraih gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia pada 2024.
Selain itu, berbagai program kepemimpinan internasional turut memperkuat kapasitasnya, termasuk di Queensland University dan Harvard Business School.











