Jakarta – Refuse Derived Fuel (RDF) di Cilincing, Jakarta, akhirnya ditutup sementara. Keputusan ini diambil setelah adanya keluhan warga mengenai bau tak sedap yang ditimbulkan dari fasilitas tersebut.
Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko, menjelaskan bahwa bau dari RDF disebabkan oleh kurangnya penggunaan deodorizer dan filter. Kedua alat ini berfungsi sebagai penangkal pencemaran udara.
Untuk mengatasi permasalahan ini, lanjut Agung, pihaknya akan melakukan perbaikan sambil memindahkan 1.400 ton sampah dari RDF ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Proses perbaikan ini akan dikerjakan oleh kontraktor yang bertanggung jawab atas pembangunan RDF.
BACA JUGA:Â Prabowo Akui Program Makan Gratis Belum Maksimal, Minta Percepatan
Perbaikan yang dilakukan mencakup penambahan deodorizer guna mengurangi bau serta pemasangan filter tambahan untuk meminimalkan pencemaran udara. Dengan adanya langkah ini, diharapkan RDF dapat beroperasi tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
Setelah proses perbaikan selesai, RDF akan kembali diuji coba dengan pengolahan sampah baru (waste fresh) dalam jumlah terbatas. Nantinya, warga juga akan diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di fasilitas ini.






