Eks Presma Untirta Sebut Ketua BEM UGM Tak Punya Etika dan Sopan Santun

Jakarta – Mantan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Rafli Maulana, menyebut tak punya etika dan sopan santun terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kritik ini muncul setelah Gielbran Muhammad Noor dari UGM mengomentari tata kelola kepemimpinan Presiden Joko Widodo, disebutnya sebagai alumni UGM yang paling memalukan.

Rafli Maulana, eks Presma Untirta pada tahun 2019-2020, menyampaikan keprihatinannya terhadap arah nilai-nilai mahasiswa modern.

“Yang lebih mengecewakan, adalah kita semakin jauh dari budaya dan nilai-nilai ketimuran, yang menutamakan etika dan sopan santun,” ungkap Rafli dalam keterangan resminya, Senin (11/12/2023).

Baca juga: Dugaan Korupsi Menpora Hingga Ketua KPK Disinggung Mahasiswa di Forum Youth Political View

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai perwakilan mahasiswa, penting bagi mereka untuk mempertahankan kewibawaan saat menyuarakan pendapat di publik. Dia juga mengecam sikap Gielbran sebagai sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di kalangan pemimpin mahasiswa.

“Sebagai produk intelektual, semestinya kita bangga jika ada alumni yang menjadi pimpinan strategis di negara Indonesia ini, apalagi sekelas presiden yang diberi mandat oleh rakyat,” tambah Rafli.

Dalam harapannya, Rafli mengajak mahasiswa untuk lebih fokus pada nilai-nilai sebagai insan akademis yang memegang teguh etika dalam berpendapat.

“Kita ini insan akademis, lebih etis untuk menjaga tutur kata dan pemilihan diksi yang baik saat beropini. Jangan mau jadi aktivis mahasiswa pesanan yang mudah diintervensi oleh siapapun dan seenaknya kita menilai orang lain dengan penilaian yang seburuk-buruknya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *