Ekuinoks Maret Datang, Ini Alasan Kenapa Tubuh Terasa Lebih ‘Lengket’ dan Gerah

RUANGBICARA.co.id – Belakangan ini, banyak masyarakat mengeluhkan cuaca yang terasa semakin panas dan gerah. Bahkan, mandi berkali-kali pun sering kali tidak cukup untuk menghilangkan rasa lengket di tubuh.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor ilmiah, baik dari sisi astronomi maupun meteorologi.

BACA JUGA: Bukan Cuaca Ekstrem, Ini Penyebab Sebenarnya Banjir Bandang Sumatera

Melalui unggahannya di Instagram, BMKG menyebut bahwa cuaca akhir-akhir ini terasa seperti “mengajak berantem”. Ungkapan tersebut menggambarkan kondisi udara yang panas, lembap, dan membuat tubuh tidak nyaman meski sudah sering mandi.

Salah satu penyebab utama adalah fenomena gerak semu tahunan Matahari. Dalam fenomena ini, Matahari tampak bergerak dari belahan Bumi selatan menuju belahan Bumi utara.

Pada periode tertentu, posisi Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa, termasuk wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan intensitas penyinaran Matahari menjadi lebih maksimal, sehingga suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.

Apa Itu Ekuinoks Maret?

Fenomena ini berkaitan erat dengan Ekuinoks Maret, yaitu saat Matahari melintasi garis khatulistiwa dari selatan ke utara.

Dalam kalender Gregorian, ekuinoks Maret biasanya terjadi antara tanggal 19 hingga 21 Maret. Pada tahun 2026, fenomena ini terjadi pada 20 Maret pukul 21.46 WIB.

Ekuinoks juga menandai perubahan musim di belahan Bumi. Di belahan utara, ini menjadi awal musim semi, sementara di belahan selatan menandai awal musim gugur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed