Fenomena Flower Moon Dini Hari Ini, Ini Penjelasan Ilmiah dan Asal-usul Namanya

  • Penduduk asli Amerika (Native American): menyebutnya Budding Moon, Planting Moon, atau Egg Laying Moon
  • Anglo-Saxon: mengenalnya sebagai Milk Moon, karena sapi diperah hingga tiga kali sehari pada bulan ini
  • Tradisi Celtic & Inggris kuno: menggunakan nama seperti Mother’s Moon, Bright Moon, hingga Hare Moon

Penamaan ini erat kaitannya dengan siklus alam. Pada bulan Mei, berbagai bunga liar seperti anemone, bluebells, violet, hingga lupine bermekaran, menciptakan lanskap warna-warni yang menginspirasi nama tersebut.

Sejak ribuan tahun lalu, bulan purnama digunakan sebagai penanda waktu dan musim. Banyak budaya mengandalkan fase bulan untuk menentukan kalender pertanian, berburu, hingga ritual keagamaan.

Hingga kini, nama-nama bulan purnama tradisional tersebut masih digunakan secara luas, terutama di dunia astronomi populer.

Jadwal Flower Moon Mendatang

Berikut jadwal Flower Moon dalam waktu dekat (berdasarkan waktu Jakarta):

  • 2026: 2 Mei, pukul 00.23 WIB
  • 2027: 20 Mei, pukul 17.59 WIB

Fenomena Flower Moon bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang panjang. Meski tahun ini tergolong micromoon, momen ini tetap menjadi kesempatan menarik untuk menikmati keindahan langit malam.

BACA JUGA: Fenomena Lagu “Sempurnanya Aku” dari NPD Viral di TikTok, Lirik Percaya Diri yang Jenaka Curi Perhatian Netizen

Jadi, jika cuaca mendukung, sempatkan untuk melihat Flower Moon dini hari ini—siapa tahu jadi pengalaman langit malam yang tak terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *