Menurut Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, penjualan Maung belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena proses produksi kendaraan ini masih berlangsung. “Rencananya akan dijual. Namun belum sekarang, karena belum selesai produksinya,” ungkap Rudy pada awal tahun ini.
Asal Usul Pindad Maung
Perlu diketahui bahwa Pindad Maung awalnya dirancang sebagai kendaraan militer yang memiliki ketangguhan luar biasa. Bahkan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah memesan sebanyak 500 unit Maung untuk digunakan oleh TNI.
Ketangguhan kendaraan ini membuatnya menjadi salah satu simbol kekuatan pertahanan Indonesia.
Sebagai kendaraan buatan PT Pindad, Garuda Limousine dilengkapi dengan standar perlindungan militer yang tinggi. Kendaraan ini dibekali composite armor yang mampu menahan peluru kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193.
Selain itu, kaca anti peluru dengan level B5/B6 melindungi seluruh kabin kendaraan. Ban R21 dengan teknologi Run Flat Tyre (RFT) memungkinkan kendaraan tetap melaju meski mengalami kebocoran, menjadikannya kendaraan yang siap menghadapi segala kondisi.
Dengan proteksi maksimal tersebut, keselamatan Presiden dan Wakil Presiden RI saat menggunakan Garuda Limousine dapat dipastikan. Hal ini sekaligus menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi kendaraan berstandar internasional yang siap bersaing di pasar global.
Simbol Kemandirian
Pengembangan Garuda Limousine tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kendaraan ini adalah wujud nyata dari kemampuan PT Pindad dalam menciptakan produk berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sekaligus bersaing di pasar internasional.
Penggunaan kendaraan produksi dalam negeri sebagai mobil kepresidenan juga menjadi bukti komitmen Indonesia untuk terus memperkuat industri dalam negeri. Garuda Limousine bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah simbol kebanggaan nasional yang mencerminkan kekuatan industri dan inovasi bangsa.
Dengan demikian, MV3 Garuda Limousine tidak hanya menjadi kendaraan resmi bagi Presiden dan Wakil Presiden RI, tetapi juga lambang kemajuan dan kemandirian industri pertahanan serta otomotif Indonesia.
BACA JUGA:Â Menteri Trenggono Tancap Gas Ekonomi Biru di Periode Kedua
Kendaraan ini menjadi cerminan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri sendiri dan bersaing di tingkat global dalam menciptakan teknologi tinggi untuk kepentingan nasional.












