Jakarta – Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional, terus mengukuhkan komitmennya dalam mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Langkah ini tercermin dalam pembelian Perdana Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Bursa Karbon di Bursa Efek Indonesia (IDX), menjadi langkah awal Garuda Indonesia dalam mengimplementasikan program dekarbonisasi.
Sertifikat Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK)
Sertifikat Penurunan Emisi (SPE) menjadi bagian penting dari mekanisme pengelolaan penurunan emisi, yang merupakan bukti dokumentasi pengurangan emisi oleh usaha dan/atau kegiatan setelah melalui Pengukuran,
Pelaporan, dan Verifikasi (Measurement, Reporting, and Verification). Sertifikat ini tercatat dalam Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim dengan nomor dan/atau kode registrasi.
Carbon Neutral Flight Program
Pembelian sertifikat penurunan emisi merupakan bagian dari program “Carbon Neutral Flight” di Garuda Indonesia.
Program ini merupakan wujud komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung langkah dekarbonisasi, khususnya melalui konversi emisi karbon pada operasional penerbangan. Garuda Indonesia juga melakukan pembelian sertifikasi penurunan emisi milik Pertamina Patra Niaga melalui metode “Carbon Offset.”
Baca juga: Targetkan Transaksi Hingga Rp 75 Miliar, Garuda Gelar SOTF 2024
Langkah Menuju Net Zero Emission 2060
Program Carbon Neutral Flight telah diimplementasikan pada penerbangan Joy Flight HUT GA ke-75, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Garuda Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa program ini mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 yang telah diterapkan oleh Pemerintah. Komitmen ini akan diperkuat melalui kebijakan korporasi yang fokus pada sustainability dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
“Melalui program Carbon Neutral Flight tersebut, Garuda Indonesia menerapkan perhitungan offset atas carbon footprint yang dihasilkan oleh penerbangan joy flight,” kata Irfan dalam keterangan resminya, Selasa (30/1/2024).
Keterlibatan Garuda Indonesia dalam Dekarbonisasi
Sebagai upaya untuk mendukung dekarbonisasi, Garuda Indonesia telah mengambil inisiatif berkelanjutan, termasuk kolaborasi dengan Pertamina untuk penerbangan komersial pertama di Indonesia dengan menggunakan bahan bakar bioavtur.
“Keterlibatan aktif Garuda Indonesia dalam penurunan emisi karbon ini turut menjadi bagian dari road map rencana strategis Garuda Indonesia untuk terus berakselerasi sebagai maskapai yang semakin agile dan adaptif dalam menyongsong era baru Garuda Indonesia yang saat ini terus bertransformasi memaksimalkan kinerja salah satunya melalui kontribusi terhadap misi pelestarian lingkungan hidup dengan energi terbarukan,” jelas Irfan.
Kemitraan Dalam Inisiatif Perdagangan Karbon
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengatakan kebanggaannya atas dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga terhadap “Carbon Neutral Flight” di usia 75 tahun Garuda Indonesia.






