RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pemain Indonesia yang kini membela Port FC di Liga Thailand, Asnawi Mangkualam, belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah ia mengunggah Instagram Stories yang berisi kritik pedas terhadap Arya Sinulingga, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Dilansir dari Instagram Stories akun pribadinya @asnawi_bhr pada 11 Desember 2025, Asnawi menulis kritik terkait pernyataan Arya Sinulingga dalam sebuah podcast di YouTube dari Bebas pada hari yang sama. Nada tulisan Asnawi tegas dan langsung mengarah kepada sang Exco PSSI.
BACA JUGA: Rekor Apik Indonesia Kontra Myanmar Jadi Modal Hadapi Sea Games 2025
“Ini asal ngomong atau gimana ya? @jeongseokseo, coba jelasin je gimana biar bapak ini mengerti gimana,” tulis Asnawi di Instagram Stories-nya.
Tak berhenti di situ, Asnawi kembali menyampaikan ketikan pedas pada hari yang sama, mengarah pada topik selanjutnya:
“Tidak ada di lokasi tapi klarifikasi seakan-akan benar adanya, coba di publik siapa yang memberitahu bapak perihal kapten itu. Apakah pelatih, pemain, atau official? Tolong sampaikan biar nggak jadi bola liar di publik,” ujar Asnawi dengan tegas.
Kritik pedas Asnawi ini dipicu oleh pernyataan Arya Sinulingga dalam siaran YouTube pada 11 Desember 2025. Arya menyebut adanya ketidakharmonisan di ruang ganti Timnas Indonesia saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China pada 15 Oktober 2024.
Dalam tayangan tersebut, Arya menilai bahwa penggantian kapten dari Jay Idzes ke Asnawi Mangkualam seharusnya tidak terjadi jika kondisi internal tim berjalan normal. Ia mengindikasikan bahwa pergantian itu menjadi tanda adanya masalah di dalam tim.
Menanggapi hal tersebut, Asnawi langsung bereaksi. Ia menjelaskan bahwa penunjukan kapten telah diputuskan secara internal bersama pelatih dan para pemain.
Menurut Asnawi, sistem tim menetapkan kapten utama memimpin saat bermain, dan wakil kapten mengambil alih bila kapten absen. Oleh karena itu, keputusan tersebut bukan hasil konflik, melainkan bagian dari mekanisme yang telah disepakati.
Asnawi juga menyampaikan bahwa ia telah lama berniat menyerahkan ban kapten kepada pemain lain yang lebih tepat. Dengan demikian, isu yang berkembang tidak mencerminkan situasi sebenarnya di dalam tim.










