RUANGBICARA.co.id, Bandung – Institut Teknologi PLN (ITPLN) terus memperkuat eksistensinya di kancah riset global dengan berpartisipasi dalam GLU–APERTI BUMN Research Collaboration Workshop yang digelar pada 29–30 April 2026 di Bandung.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) untuk memperluas kerja sama internasional bersama Alliance of Government-Linked Universities (GLU) Malaysia.
Delegasi ITPLN hadir aktif dalam forum tersebut sebagai bentuk komitmen memperluas jejaring riset global sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan inovasi berbasis kolaborasi lintas negara.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITPLN, M. Sofyan, menegaskan bahwa keterlibatan institusinya bukan sekadar partisipasi seremonial.
“Kami melihat ini sebagai peluang strategis untuk membangun kolaborasi riset yang konkret dan berkelanjutan, terutama di bidang energi dan teknologi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Workshop ini mengusung dua fokus utama, yakni dekarbonisasi dan transformasi digital. Kedua isu tersebut menjadi prioritas pengembangan riset bersama antar institusi, sejalan dengan tantangan global terkait perubahan iklim dan percepatan digitalisasi.
Dalam forum tersebut, para peserta mendiskusikan berbagai peluang kerja sama, mulai dari skema joint research, publikasi internasional, hingga pengembangan International Joint Research Program (IJRP). Selain itu, dilakukan pula proses research matching guna mempertemukan peneliti dengan minat riset serupa agar kolaborasi dapat segera diwujudkan.
Deputy Manager Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITPLN, Samsurizal, menyebut forum ini membuka ruang konkret bagi dosen dan peneliti.
“Melalui research matching, kami bisa langsung menjajaki kolaborasi dengan mitra internasional yang relevan. Ini mempercepat proses dari ide menjadi riset nyata,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ITPLN juga mengajukan sejumlah topik unggulan, salah satunya pengembangan sistem pengisian cepat kendaraan listrik berbasis optimasi algoritma. Riset ini dinilai strategis karena sejalan dengan agenda transisi energi dan upaya global dalam menekan emisi karbon.










