Mens Rea Pandji Pragiwaksono dan Guyonan “Wajah Ngantuk” Gibran yang Berujung Laporan Polisi

BACA JUGA: Saat Bencana Melanda Sumatra, Donasi Hytera Jadi Penopang Komunikasi Tim BNPB

Namun, di sisi lain, pendukung Pandji menilai langkah tersebut sebagai bentuk pembungkaman ekspresi dan seni. Mereka berargumen bahwa dalam demokrasi, pejabat publik merupakan objek kritik yang sah, termasuk melalui satir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *