“Disini gua bisa melihat gitu ada beberapa orang yang tinggal di pantijompo ini memang orang-orang yang udah sebatang kara,” ujarnya, sambil menyinggung adanya adegan menyentuh tentang seorang ibu yang setiap pagi menunggu kedatangan anaknya.
Dari segi plot, Tegar mengapresiasi alur cerita yang dinamis dengan penggunaan dua konflik utama sehingga penonton tidak mudah merasa bosan. Namun demikian, ia juga mengkritisi sejumlah kelemahan, terutama pada kemampuan akting drama dari empat komika utama.
“Secara drama sayangnya untuk 4 komika ini gua rasa masih belum mampu ya untuk bisa ber-acting secara drama dan menyampaikan rasa kesedihan ke para penonton,” katanya.
Selain itu, ia menilai terdapat beberapa plot hole, khususnya pada karakter Koachim yang dianggap kurang mendapatkan pengembangan cerita. “Koachim ini kenapa dia pura-pura budeg masih belum terjawab itu sampai akhir film,” ucapnya.
Kritik paling keras disampaikan Tegar terhadap adegan ciuman antara Boris dan Oki yang menurutnya tidak perlu dan terlalu vulgar. “Kekurangan fatal yang buat gua cukup gede adalah adegan ciumannya Boris sama Oki menurut gua tuh ga perlu banget ya… ini langsung gua turn off banget disitu,” tegasnya.
Ia bahkan menyatakan bahwa film ini tidak cocok untuk ditonton anak-anak. “Gua literally pengen bilang bahwa film ini ternyata nggak cocok ditonton film sama anak-anak,” katanya, seraya menceritakan pengalamannya melihat anak kecil di bioskop yang harus ditutupi matanya oleh orang tua saat adegan tertentu muncul.
Tidak Lebih Baik
Jika dibandingkan dengan film pertamanya, Tegar menilai Agak Laen 2 tidak lebih baik karena kehilangan unsur kejutan. “Sayangnya buat gua nggak lebih bagus ya dari film pertamanya,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap memberikan pujian terhadap sejumlah karakter pendukung, terutama tokoh Linda yang dinilai berhasil mencuri perhatian. “Si linda menurut gua adalah salah satu yang mencuri spotlight ya dari film ini,” ungkapnya.
Di akhir ulasan, Tegar memberikan penilaian angka untuk film tersebut. Ia memberi skor 4,5 dari 5 untuk cerita, 2 dari 3 untuk karakter, dan 1,5 dari 2 untuk aspek teknis. Secara keseluruhan, Agak Laen: Menyala Pantiku! memperoleh nilai akhir 8 dari 10.
BACA JUGA: Cukup Sekali Jadi “Tumbal” Ghaib! Michelle Ziudith Kapok Main Horor, Pilih Balik Jadi Ratu Air Mata?
“Film ini apakah recommended? tentunya recommended banget masih sangat lucu sekali,” pungkasnya.










