OJK Catat Pembiayaan Mobil Listrik Terus Naik, Capai Rp17,64 Triliun

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pembiayaan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai pembiayaan kendaraan listrik roda empat oleh industri multifinance mencapai Rp17,64 triliun hingga Oktober 2025, atau tumbuh 2,70 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik.

BACA JUGA: Malaysia Jadi Pilihan Xpeng Bangun Basis Produksi Mobil Listrik Setir Kanan di Asia Tenggara

“Per Oktober 2025, pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance tumbuh 2,70 persen mtm menjadi sebesar Rp17,64 triliun,” ujar Agusman, Senin (29/12/2025).

Menurut OJK, pembiayaan kendaraan listrik kini semakin mendapat porsi signifikan dalam portofolio perusahaan multifinance. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan serta kebutuhan akan kendaraan yang lebih efisien dari sisi energi.

Kendaraan listrik dinilai menawarkan manfaat jangka panjang, terutama dalam menekan biaya operasional serta mengurangi dampak emisi karbon. Faktor tersebut mendorong permintaan pembiayaan, khususnya di tengah dorongan global menuju transisi energi yang lebih bersih.

Agusman menambahkan, tren pertumbuhan pembiayaan mobil listrik diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun mendatang. Pada 2026, prospek pembiayaan kendaraan listrik dinilai tetap berada dalam jalur positif seiring berlanjutnya proses elektrifikasi kendaraan di Tanah Air.

“Prospek pembiayaan mobil listrik pada 2026 diperkirakan tetap positif seiring tren elektrifikasi kendaraan, dukungan kebijakan terkait lingkungan, serta bertambahnya pilihan merek kendaraan listrik di pasar,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *