PADI Berbalik Laba Rp2,74 Miliar, Defisit Masih Ada tapi Menyusut

RUANGBICARA.co.id, Jakarta – PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menunjukkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan hingga akhir kuartal III 2025. Meski masih mencatatkan defisit akumulasi, perseroan berhasil berbalik membukukan laba bersih sebesar Rp2,74 miliar per 30 September 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Senin (29/12/2025), capaian tersebut menjadi titik balik penting dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika PADI masih menanggung kerugian sebesar Rp28,99 miliar. Perbaikan kinerja ini juga tercermin pada laba per saham dasar yang mencapai Rp2,19, berbalik dari posisi negatif Rp2,56 pada sembilan bulan pertama 2024.

BACA JUGA: BPOM Ungkap 8 Obat Palsu yang Beredar, Ini Daftarnya

Kinerja positif tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan yang mencapai Rp38,47 miliar. Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan defisit pendapatan. Kontributor utama berasal dari kegiatan perantara perdagangan efek dengan nilai Rp37,03 miliar, yang berbalik dari kondisi minus pada periode sebelumnya.

Selain itu, PADI mulai membukukan pendapatan dari kegiatan penjaminan emisi efek sebesar Rp1,15 miliar, yang sebelumnya belum memberikan kontribusi. Sementara itu, pendapatan dividen dan bunga tercatat sebesar Rp287,23 juta, mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Seiring meningkatnya aktivitas usaha, beban operasional perseroan turut mengalami kenaikan menjadi Rp13,24 miliar. Beban kepegawaian mendominasi dengan nilai Rp7,91 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah pos biaya lain juga naik, antara lain biaya kustodian, pemeliharaan sistem, sewa kantor, serta jasa profesional. Di sisi lain, beban telekomunikasi tercatat menurun.

Perseroan juga mencatatkan pemulihan penurunan nilai portofolio efek sebesar Rp605,06 juta, yang sebelumnya belum ada. Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan pengelolaan beban tersebut menghasilkan laba usaha sebesar Rp25,22 miliar, berbalik dari rugi operasional pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi non-operasional, PADI mencatat laba selisih kurs sebesar Rp52,21 juta. Namun, beban keuangan meningkat signifikan menjadi Rp962,8 juta. Secara keseluruhan, laba sebelum manfaat pajak penghasilan mencapai Rp24,62 miliar, melonjak dari kondisi rugi pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp180,79 miliar per September 2025, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp155,3 miliar. Meski demikian, PADI masih mencatatkan defisit akumulasi sebesar Rp97,7 miliar, meskipun angka tersebut telah menyusut dari posisi akhir 2024 sebesar Rp122,37 miliar.

Total liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp86,85 miliar, meningkat dari Rp20,66 miliar pada akhir tahun sebelumnya. Seiring peningkatan aktivitas usaha, total aset PADI juga tumbuh menjadi Rp267,65 miliar, naik dari Rp175,96 miliar pada akhir 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *