Seremonial
Lebih lanjut, Najmul mendesak Pemerintah Daerah Pangandaran untuk berhenti berlindung di balik kegiatan seremonial dan pencitraan. Ia meminta pemerintah segera menghadirkan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan.
“Ini bukan soal popularitas, tapi soal tanggung jawab. Jika pemimpin hanya ingin bertahan pada jabatan tanpa menyelesaikan masalah rakyat, maka sejarah tak akan berpihak pada mereka,” tegasnya.
Tak hanya mengkritik pemerintah, Najmul juga mengajak masyarakat untuk turut aktif mengawal kebijakan publik. Menurutnya, perubahan tidak akan terjadi jika masyarakat hanya mengeluh di media sosial.
“Kita tidak bisa lagi hanya marah di media sosial. Saatnya hadir dalam ruang-ruang kebijakan, mengawasi dengan cermat, dan bersuara secara bertanggung jawab. Pangandaran tidak akan pulih tanpa kontrol rakyat yang aktif dan kritis,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Najmul menyampaikan ajakan moral kepada seluruh warga Pangandaran.
BACA JUGA: PC PMII Ciamis Serahkan Berkas Pembentukan Cabang Persiapan Pangandaran ke PKC PMII Jawa Barat
“Jika kita mencintai Pangandaran, maka cintailah dengan kepedulian. Bangkitkan rasa memiliki, dan buktikan dengan aksi nyata. Bersama kita jaga, kita rawat, dan kita bangun kembali kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya.












