Pemda Lebak dan Kemenkominfo Respon Cepat Usulan Warga Baduy

Lebak – Kokolot Masyarakat Adat Baduy mengusulkan penghapusan sinyal internet kepada Bupati Lebak pada tanggal 1 Juni 2023. Mereka tidak ingin hadirnya jaringan internet membuat masyarakat Baduy yang notabene belum siap dalam menghadapi kemajuan teknologi rusak akibat budaya dari Luar.

Permintaan usulan masyarakat Baduy jadikan area blank spot disampaikan secara resmi oleh Jaro Pemerintah yaitu Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Saija kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.

Merespon aduan Masyarakat Baduy Dalam ke Pemerintah Kabupaten Lebak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan turun langsung ke Baduy untuk menindaklanjuti usulan penghapusan sinyal internet.

Baca juga: Si Maung Rangkas Buat KO Lawannya di One Pride MMA 

Kemenkominfo berencana akan melakukan pendataan titik koordinat wilayah dan penyebaran sinyal internet di Baduy dan sekitarnya.

Menurut Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Lebak Ajis Suhendi mengatakan pemerintah menerima usulan penghapusan sinyal internet yang disampaikan Lembaga Adat Baduy sejak akhir Mei 2023. Lalu direspon oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dengan bersurat ke Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

“Iya, kita langsung tindaklanjuti usulan Lembaga Adat Baduy. Tentunya, setelah klarifikasi terlebih dahulu dengan Jaro Saija,” kata Ajis Suhendi, Selasa (20/6/2023).

Ia juga menambahkan, Kemenkominfo akan melakukan kunjungan tim mengenai persiapan operator seluler dalam penghapusan sinyal internet ke wilayah adat Baduy. Dari usulan yang diminta oleh Jaro Saija, ada empat wilayah yang diminta dihilangkan jaringan sinyalnya alias blank spot. Keempat daerah tersebut, yaitu wilayah Baduy Dalam diantaranya Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikertawana, serta hutan larangan.

“Jadi, usulan blank spot itu juga meliputi wilayah hutan larangan. Ini dilakukan untuk melindungi dan melestarikan tradisi dan kearifan suku Baduy,” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar