RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi nasional dalam mendorong transformasi digital sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas startup menjadi kunci untuk memperluas potensi ekonomi digital nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan hal itu saat memberikan sambutan secara daring pada acara The NTT Startup Challenge 2025 Pitch Day di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
BACA JUGA: Mau Produksi Massal BobiBos Bahan Bakar Jerami, KDM Ogah Pakai Lembaga Pemerintah: Kelamaan
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di sektor digital Asia.
“Dengan lebih dari 3.000 startup, Indonesia kini menempati peringkat keenam dunia,” ujar Airlangga Hartarto dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian, Rabu (12/11/2025).
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Ia mengungkapkan, kontribusi ekonomi digital Indonesia mencapai USD 90 miliar pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 110 miliar pada 2025.
Bahkan, angka ini diyakini akan melonjak hingga USD 360 miliar pada 2030, dengan sektor e-commerce menyumbang sekitar USD 150 miliar.
Perkuat Ekosistem Startup
Salah satu strategi utama pemerintah adalah memperkuat ekosistem startup nasional. Melalui berbagai program seperti 1000 Digital Startups Program, Startup4Industry, BEKUP, Startup Studio Indonesia, dan Blue Innovative Startup Acceleration (BISA), pemerintah menciptakan wadah pengembangan inovasi yang berkelanjutan.
Program-program ini tak hanya menawarkan pelatihan dan bootcamp, tetapi juga membuka akses pembiayaan, pendampingan, dan peluang kolaborasi global.
“Keberhasilan kompetisi startup ini tidak boleh berhenti pada ajang penghargaan semata. Diperlukan langkah lanjutan agar inovasi dapat berkembang lebih jauh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Airlangga.
Selain memperkuat ekosistem startup, pemerintah juga fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) digital. Berdasarkan proyeksi, Indonesia akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030 untuk mendukung transformasi ini.
Laporan World Economic Forum (WEF) memprediksi lima bidang pekerjaan digital dengan pertumbuhan tercepat pada 2025–2030, yaitu:










