RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dinilai mampu mendukung keberlanjutan industri kesehatan sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan obat di dalam negeri. Hal tersebut diwujudkan melalui proyek PLTS Atap yang dikembangkan SUN Energy di fasilitas produksi Haleon Indonesia, Pulogadung, Jakarta Timur.
PLTS Atap berkapasitas 416,97 kWp ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 577.647 kWh energi hijau per tahun. Energi listrik tersebut dimanfaatkan langsung untuk mendukung proses produksi berbagai produk kesehatan konsumen, sehingga membantu menjaga kelancaran operasional pabrik dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik dan regional.
BACA JUGA: Purbaya Yakin Tak Terjadi Krisis Ekonomi Meski Rupiah Melemah, Ini Alasannya
CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menyampaikan bahwa sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam penerapan energi bersih. Menurutnya, penggunaan PLTS Atap di fasilitas produksi obat dan produk kesehatan menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Ketika industri kesehatan beralih ke energi terbarukan, hal ini membuktikan bahwa keberlanjutan dan keandalan produksi dapat berjalan beriringan. PLTS Atap menjadi solusi untuk mendukung proses produksi yang efisien dan rendah emisi,” ujar Jefferson, dikutip Jumat (23/1/2025).









