Sebelum KPU Ketok Palu, PPP Masih Berpeluang Lolos Parlemen

“Yang terbaik itu kadang hari ini belum kelihatan, tapi besok atau lusa pasti dan yakin akan ada kebaikan untuk PPP dan bangsa ini. Sehingga tidak boleh putus asa dan yakin akan ada jalan yang lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.

BACA JUGA: Majelis Kehormatan PPP Minta Bijaksana Hadapi Wacana Hak Angket Pilpres 2024

Lonjakan Suara Terbuang

Diketahui, pada pemilu 2024, jumlah suara terbuang meningkat. Selain karena ambang batas parlemen 4% masih diterapkan, jumlah partai politik peserta pemilu juga bertambah dari 16 menjadi 18 partai politik.

PPP menyumbang suara terbuang sebesar 5,8 juta, atau sekitar 36,5 persen dari total suara terbuang di pemilu tahun ini. Ini menjadi sejarah kelam bagi PPP yang selama ini memiliki pemilih yang loyal.

Salah satu contoh suara terbuang adalah Ahmad Baidowi, caleg PPP di dapil Jatim XI (Madura) yang mendapatkan suara sebanyak 355.319 suara, menjadikannya caleg nomor tiga peraih suara terbanyak nasional. Namun, suara ini tidak dapat dikonversikan menjadi kursi.

BACA JUGA: Masa Jabatan Kades Hingga 8 Tahun, PPP Berupaya Dorong Peningkatan Dana Desa

Lonjakan suara terbuang di Pemilu 2024 menunjukkan semakin banyak pemilih yang tidak terwakili di parlemen. Representasi atau keterwakilan adalah nilai penting dalam demokrasi yang tidak bisa diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *