Selain mendorong penggunaan produk lokal, Prabowo juga menyoroti capaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kendaraan listrik produksi VKTR. Saat ini, TKDN telah mencapai 40 persen dan diproyeksikan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya dapat laporan kemampuan VKTR bisa produksi 10.000 bus listrik dengan TKDN sekarang sudah 40 persen. Dalam waktu dua tahun bisa menuju 60 persen, lalu dua tahun berikutnya mencapai 80 persen. Ini sangat membanggakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Prabowo menyebut rencana pembangunan pabrik mobil listrik skala besar yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membentuk perusahaan khusus untuk memproduksi sedan listrik. Program ini akan didukung oleh penguatan infrastruktur energi melalui elektrifikasi sebesar 100 gigawatt yang ditargetkan tercapai dalam dua tahun mendatang.
BACA JUGA: Di Tengah Lonjakan Avtur Global, Biaya Haji 2026 Justru Dipangkas
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen utama kendaraan listrik di kawasan, sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.










