RUANGBICARA.co.id – Stadion Sultan Agung, Bantul, menjadi saksi panasnya duel dua pelatih asal Belanda dalam laga antara PSIM Yogyakarta melawan Dewa United dalam lanjutan laga Liga 1, Rabu (22/10/2025).
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga adu strategi antara dua juru taktik berpengalaman yang punya CV lebih gemilang dibanding sejumlah mantan pelatih Timnas Indonesia.
Sejak menit awal, laga langsung berjalan terbuka. Kedua tim tampil agresif dan tidak menunggu lama untuk membuka peluang.
BACA JUGA:Â PSIM Sapu Bersih Laga Tandang Musim Ini, Van Gastel Bongkar Rahasia Kemenangan Melawan Bali United
Baru berjalan tiga menit, PSIM berhasil unggul lebih dulu. Nermin Haljeta menjadi pahlawan setelah sepakan kerasnya menembus jala Dewa United. Gol cepat itu membuat publik Bantul bergemuruh, sementara Dewa United dipaksa bermain dalam tekanan sejak awal laga.
Meski tertinggal, Dewa United mencoba membalas. Edo Febriansyah nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-13 lewat sepakan first time-nya, namun bola masih melebar dari gawang Cahya Supriadi.
Tekanan demi tekanan terus mengalir. Pada menit ke-17, Alex Martins mendapat peluang emas di dalam kotak penalti, tetapi kiper PSIM tampil gemilang menutup ruang tembak. Tak mau kalah, PSIM juga hampir menggandakan keunggulan melalui Deri Corfe di menit ke-22, sayang tembakannya masih melenceng tipis.
Drama semakin memanas ketika gol Alex Martins dianulir wasit karena posisi offside di menit ke-28. Situasi kian panas setelah PSIM sempat mendapat peluang penalti melalui VAR check pada menit ke-38, namun keputusan akhir menyatakan no penalty.
Hingga turun minum, skor 1-0 untuk PSIM tetap bertahan. Meski begitu, babak pertama meninggalkan kesan sengit dengan permainan cepat dan penuh intensitas tinggi.










