Kronologi dan Korban Jiwa
Seperti diketahui sebelumnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa ini bermula dari mogoknya sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera yang kemudian tertemper KRL Jakarta–Cikarang. Rangkaian kereta di belakangnya pun tertahan hingga terjadi tabrakan beruntun.
“Dalam waktu singkat terjadi efek domino yang melibatkan tiga rangkaian kereta, ini sangat memprihatinkan,” ungkap Deddy.
Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
“14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” ujarnya.
Para korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
BACA JUGA: Kecelakaan Kereta Beruntun di Stasiun Bekasi Timur, Ini Dugaan Pemicunya
Akibat insiden ini, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara belum melayani naik turun penumpang. Perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka secara terbatas untuk operasional kereta api.







