“Kalau kita lihat dari rekam jejak jenderal Agus Subiyanto sebelum dia ada di pucuk pimpinan dengan bintang 4 berada di pundaknya, beliau pernah menjabat sebagai Dandim di Surakarta. nah pada saat yang bersamaan mungkin punya periode yang sama pada saat Joko Widodo menjabat sebagai walikota Surakarta, ini juga terjadi di mana Kapolri hari ini jendral Listyo Sigit Prabowo juga pernah menjadi Kapolres Surakarta, jadi lengkaplah sudah dalam hal ini “geng Solo” yang mengisi jabatan-jabatan tertinggi, dari walikotanya sekarang jadi presiden, kapolresnya jadi Kapolri, kemudian Dandim nya menjadi panglima TNI,” ungkap dia.
Pengangkatan Jendral Agus Subiyanto
Selain aspek politik, yang ketiga ini adalah aspek strategis. Godjali lebih lanjut, menuturkan bahwa pertimbangan Presiden Jokowi melihat peranan Panglima TNI dalam menjalankan berbagai fungsi utama militer, termasuk mengamankan pemilu dan menghadapi potensi gejolak sosial, politik, dan keamanan yang tinggi.
Baca juga:Â Presiden Usulkan Agus Subiyanto Jadi Panglima TNI
“Aspek yang ketiga adalah dimensi strategis sebagai seorang presiden mempertimbangkan aspek keberlanjutan dari jabatan panglima TNI untuk menjaga kondusifitas di dalam negeri dan menjalankan berbagai fungsi-fungsi utama militer selain menjalankan operasi perang sebagai tugas utama pokoknya TNI, juga diberikan tugas-tugas yang lain salah satunya adalah mengamankan pemilu dan berbagai potensi gejolak dengan eskalasi sosial politik keamanan yang tinggi” tutunya.
Pentingnya Harmonisasi di Tubuh TNI
Selain itu, Dosen Fisip Untirta ini, menyoroti pentingnya harmonisasi antara berbagai matra dalam tubuh TNI dan menjelaskan bahwa pengangkatan dari matra angkatan darat adalah langkah yang sesuai dengan praktik sebelumnya.
“Aspek strategis ini juga memperhatikan aspek harmonisasi dalam hubungan antar matra di lingkungan TNI. Karena sudah dua matra sebelumnya sudah menjadi panglima TNI dan dilakukan lah secara bergantian menjadi prerogatif presiden, maka presiden mengangkat dari matra angkatan darat,” ujar Godjali.
Sebagai penutup, Godjali menambahkan bahwa Jendral Agus Subiyanto dinilai pantas, di nilai lebih pantas, karena rekam jejak dan waktu kedinasan cukup baik.
“Sementara ya kita lihat jenderal Dudung itu punya masa kepemimpinan yang sudah berakhir karena pensiunnya ada di bulan November. Maka presiden mengangkat orang paling dekat dengannya yaitu wakil kasat yaitu Agus Subianto dengan memperhatikan rekam jejak yang komplit untuk menjadi panglima ditubuh TNI,” tutup dia.






