Steven Wongso Bongkar Alasan Sebut ‘Orang Gendut Anjing’ di Hadapan Deddy Corbuzier

Namun, Deddy Corbuzier selaku tuan rumah pun memberikan tantangan kritis. Deddy mempertanyakan apakah pemilihan kata tersebut tetap bisa dibenarkan, mengingat dampak psikologis setiap orang berbeda-beda. Tidak semua orang merespons makian dengan semangat, beberapa justru bisa jatuh ke dalam depresi.

Meskipun sudah memberikan klarifikasi, publik tetap terbelah. Di satu sisi, ada pengikut Steven yang merasa terbantu dan terbangun dari gaya bicaranya yang tanpa saringan. Mereka menganggap Steven adalah sosok jujur di tengah budaya pemanisan kata yang seringkali menutupi realitas pahit kesehatan.

Di sisi lain, mayoritas netizen tetap mengecam. Mereka beranggapan bahwa mengedukasi orang lain tidak perlu merendahkan martabat manusia. Penggunaan kata “anjing” dianggap sudah melampaui batas etika sosial dan justru memperburuk stigma terhadap orang-orang yang berjuang dengan berat badan.

Klarifikasi di podcast Deddy Corbuzier ini setidaknya memberikan gambaran bahwa di balik konten viral yang kasar, seringkali ada motif personal yang ingin disampaikan oleh kreatornya. Steven Wongso tetap berdiri pada pendiriannya mengenai pentingnya disiplin diri, meski ia kini harus menanggung label sebagai kreator “kontroversial”.

BACA JUGA: Sepanjang Tahun 2025, PT Pembangunan Jaya Ancol Bukukan Laba Rp 180 Miliar

Kasus ini menjadi pengingat bagi para konten kreator bahwa di era digital, diksi adalah pedang bermata dua. Niat baik untuk memotivasi bisa berubah menjadi bumerang jika disampaikan tanpa empati dan pemahaman terhadap sensitivitas publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed