RUANGBICARA.co.id, Jakarta — Usia boleh tua, tapi semangat jangan pernah padam. Kalimat itu seolah-olah terpotret dalam sosok Ir. Tjahjadi Aquasa, pendiri Wisma Sarana Teknik Group, yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-80 dengan tema “The Legend of Technopreneur” di Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Alih-alih sekadar pesta perayaan pribadi, siang itu menjadi ajang refleksi dan pembelajaran. Bagi Tjahjadi, ulang tahun bukan hanya tentang umur yang bertambah, tapi tentang bagaimana ia bisa terus menebar semangat dan inspirasi, terutama bagi generasi muda technopreneur di Indonesia.
“Jarang orang di usia 80 masih aktif bekerja, tapi saya masih melakukannya. Dan saya ingin teman-teman muda belajar, mengubah pola pikir, dan maju bersama dalam pengembangan teknologi serta SDM Indonesia,” ujarnya tersenyum.
BACA JUGA: Pengusaha Lokal Panik! Udang Indonesia Ditolak Amerika, Nasib Ekspor Terancam
Perspektif
Dengan semangat yang tak lekang oleh waktu, Tjahjadi menjadi teladan bagi banyak pelaku usaha di bidang teknik dan kelistrikan. Dalam forum panel bertema “Technology, Business, and People”, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antara inovasi teknologi, dunia usaha, dan pengembangan manusia.
Baginya, kemajuan Indonesia tidak cukup hanya berbicara soal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“TKDN 30 persen sering kali hanya hitung-hitungan di atas kertas. Kalau mau maju, kita harus berani masuk ke full manufacturing,” tegasnya.
Tjahjadi mendorong perubahan paradigma bisnis agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar, tetapi pemain utama dalam industri teknologi global.
“Mindset harus diubah. Pemerintah ubah aturan, dunia usaha ubah cara kerja, dan SDM harus benar-benar menguasai teknik, bukan hanya pegang gelar,” tambahnya.
Menariknya, di usianya yang ke-80, Tjahjadi sama sekali tidak alergi terhadap perkembangan zaman. Ia justru menyambut Artificial Intelligence (AI) sebagai peluang baru.
“AI itu bukan ancaman, tapi alat bantu. Dengan AI, manusia bisa fokus pada pekerjaan yang lebih bernilai,” ujarnya bijak.
Bagi Tjahjadi, adaptif dan mau belajar adalah kunci untuk bertahan di era digital. “Yang penting mindset-nya. Jangan takut berubah,” katanya menekankan.
Tak berhenti di dunia kelistrikan, Tjahjadi kini tengah menyiapkan proyek kawasan terpadu di Serang, Banten — meliputi perumahan, area komersial, rumah sakit, sekolah, hingga rumah ibadah.
“Saya punya lahan besar di tengah kota. Kami sedang menyiapkan master plan-nya agar jadi kawasan ikonik,” tuturnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan investor asal Tiongkok untuk membangun pembangkit tenaga surya berkapasitas 500 MW.
“Indonesia ini kaya energi. Tinggal kemauan dan regulasinya yang harus berpihak pada kemajuan,” ujarnya penuh optimisme.
Warisan Nilai
Lebih dari sekadar pengusaha sukses, Tjahjadi adalah sosok ayah, mentor, sekaligus pendidik kehidupan. Ia menanamkan growth mindset dan emotional intelligence kepada anak-anak dan para karyawannya.
Perjalanan kariernya bermula di Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia pernah menjadi asisten dosen. Dari teknokrat muda, ia bertransformasi menjadi technopreneur sejati setelah mendirikan perusahaannya sendiri di usia 28 tahun.
“Saya tidak diterima jadi direktur, jadi saya buat perusahaan sendiri dan jadi direktur,” katanya sambil tertawa mengenang masa lalu.
Kini, Wisma Sarana Teknik Group menjadi salah satu pelopor di bidang kelistrikan dan infrastruktur teknologi di Indonesia.
“Umur saya kalau bisa sampai 100 tahun, karena masih banyak yang ingin saya lakukan untuk bangsa ini,” harapnya.
Pengakuan
Di sisi lain, sosok Tjahjadi Aquasa tak hanya dihormati karena pencapaiannya, tetapi juga karena dedikasinya yang tulus. Bagi koleganya, Tjahjadi bukan sekadar pengusaha sukses, tetapi panutan yang memberi inspirasi lintas generasi.
Predrag Grupkovic, President Director Hitachi Indonesia, mengenang kerja sama panjangnya dengan penuh rasa hormat. “Saya telah bertahun-tahun menghabiskan malam tanpa tidur dengan beliau memperbaiki pendorongan. Tapi yang sangat istimewa, kehormatan terbesar saya adalah bisa bekerja dengan orang berintegritas, penuh energi, dan semangat untuk berkontribusi kepada Indonesia,” ujar Predrag.












