Trans Semarang Masih Jauh dari Kata Ideal

Semarang – Transportasi publik sangat penting untuk mendukung mobilitas warga, terutama di kota besar seperti Semarang. Trans Semarang hadir sebagai angkutan umum yang menghubungkan berbagai koridor dan kawasan. Diharapkan, angkutan ini bisa mengurangi kemacetan dan polusi sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Namun, hingga kini, Trans Semarang masih menghadapi banyak tantangan. Pelayanan ideal bagi penumpang belum tercapai. Masalah pembiayaan, cakupan wilayah, fasilitas, dan manajemen operasional masih perlu diperbaiki.

Pakar transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, meski Trans Semarang sudah beroperasi sejak 2009, banyak hal yang harus diperbaiki. Hal ini penting agar angkutan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

BACA JUGA: Pakar Ungkap Alasan Mengapa Menhub Dudy Dinilai Antikritik dan Alergi Wartawan

Djoko, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat dan akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, menyebut armada Trans Semarang sudah cukup banyak. Terdapat delapan koridor utama dan empat feeder dengan 302 unit bus. Namun, kualitas pelayanan dan jangkauan wilayah belum ideal.

“Masih banyak kawasan perumahan yang belum terlayani,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/5/2025).

Kondisi ini terjadi karena anggaran APBD Kota Semarang belum cukup untuk memperluas layanan ke 110 kawasan perumahan.

Djoko menjelaskan, anggaran subsidi Trans Semarang tahun 2025 mencapai Rp 260 miliar. Angka itu sekitar 47 persen dari total APBD Kota Semarang sebesar Rp 5,5 triliun. Namun, dana tersebut belum cukup untuk memperluas layanan dan meningkatkan kualitas.

“Pembiayaan saat ini masih jauh dari ideal,” kata Djoko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *