Transisi Energi RI Dikebut, PLN Ingatkan Risiko Jika Tak Bijaksana

Kebutuhan Listrik Makin Kompleks

Adi menuturkan, kebutuhan energi listrik di masa depan akan semakin kompleks. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi, percepatan elektrifikasi sektor transportasi seperti kendaraan listrik, serta digitalisasi di berbagai aspek kehidupan.

Karena itu, pengelolaan sektor kelistrikan harus dilakukan secara bijaksana. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara keberlanjutan, keterjangkauan, dan keandalan listrik bagi masyarakat.

“Bijaksana dalam mengelola sektor tenaga listrik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, PLN menekankan bahwa transformasi energi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, sektor swasta, investor, serta seluruh pemangku kepentingan di bidang energi.

Sebagai garda terdepan dalam pelayanan listrik, PLN terus mendorong berbagai inisiatif strategis. Langkah tersebut mencakup penguatan layanan berbasis digital melalui aplikasi PLN Mobile, pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), hingga percepatan pemanfaatan energi hijau melalui skema Renewable Energy Certificate (REC) dan dedicated source.

Dengan demikian, Adi menegaskan, PLN akan terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin andal, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas sistem ketenagalistrikan Indonesia.

BACA JUGA: Tekan Emisi, PLN Wajibkan 37 Ribu Pegawai Beralih ke Transportasi Hijau

“PLN harus terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin handal, adaptif dan berorientasi kepada kebutuhan masyarakat luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *