RUANGBICARA.co.id – Belakangan ini, istilah sholat safar mendadak ramai diperbincangkan netizen hingga memuncaki mesin pencarian. Fenomena tersebut bermula dari klarifikasi komedian Pandji Pragiwaksono saat menjadi bintang tamu di Podcast Denny Sumargo. Dalam perbincangan itu, Pandji menyebut bahwa materi komedinya justru memicu publik untuk mencari tahu tentang ibadah yang mungkin selama ini terlupakan (5/2/2026).
Lantas, apa sebenarnya sholat safar? Mengapa ibadah ini menjadi begitu penting bagi umat Muslim yang sedang melakukan perjalanan? Berikut ulasan mengenai makna, tata cara, dan keunikan sholat safar.
BACA JUGA: Jarang Diketahui! Inilah Makna di Balik Niat Sholat Rebo Wekasan Bulan Safar
Sholat safar secara bahasa berasal dari kata safar yang berarti perjalanan. Secara istilah, sholat ini merupakan sholat sunnah yang dilakukan oleh seorang Muslim ketika hendak melakukan perjalanan jauh (menjadi musafir) atau saat baru saja tiba kembali dari perjalanan.
Berbeda dengan sholat fardu yang bersifat wajib, sholat safar menjadi bentuk “komunikasi” yang lebih intim antara seorang hamba dengan Sang Pencipta untuk memohon perlindungan. Dalam filosofinya, perjalanan identik dengan kelelahan dan risiko, sehingga sholat safar hadir sebagai penenang batin sebelum maupun sesudah safar.
Tata Cara dan Waktu
Tidak sedikit orang yang kerap tertukar antara sholat safar dengan sholat jamak atau qashar. Perlu ditegaskan, sholat safar dilakukan sebelum berangkat atau setelah sampai, bukan di tengah perjalanan.
Jumlah rakaat: Dilaksanakan sebanyak 2 rakaat.
Niat: Berfokus pada permohonan perlindungan selama perjalanan.
Waktu utama pelaksanaan:










