13 Perusahaan di Kalsel Komitmen Jalankan SISKA, Apa Untungnya?

Potensi Nasional

Lebih lanjut, Suparmi memaparkan bahwa dari total 16,38 juta hektar kebun sawit di Indonesia, sekitar 4,4 juta hektar direkomendasikan untuk program SISKA. Dengan potensi tersebut, Indonesia dapat memelihara hingga 2,2 juta ekor sapi di lahan sawit.

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, pun mengapresiasi langkah yang diambil Kalimantan Selatan. “Ini menjadi momen penting untuk menguatkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain meningkatkan produksi daging, penerapan SISKA juga memberi keuntungan langsung bagi perkebunan kelapa sawit. Tri Melasari menegaskan bahwa keberadaan sapi di kebun sawit dapat mengurangi penggunaan pupuk herbisida hingga 30%, sehingga biaya operasional perkebunan menjadi lebih efisien.

“Integrasi sapi dan sawit ini saling menguntungkan, baik bagi peternak maupun bagi perusahaan perkebunan,” tegasnya.

BACA JUGA: Politeknik Bentara Citra Bangsa dan Vrije Universiteit Amsterdam Resmi Jalin Kerja Sama

Saat ini, Kalimantan Selatan memiliki 504 ribu hektar lahan sawit, dengan 86% dikelola oleh perusahaan dan sisanya oleh pekebun rakyat. Menariknya, sudah ada 13 perusahaan yang menandatangani komitmen untuk menerapkan SISKA. Pemerintah pun menargetkan implementasinya segera berjalan, demi mendukung ketahanan pangan sekaligus efisiensi biaya di sektor perkebunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *