City Kembali Tumbang, Pep Guardiola Dipaksa Merombak Strategi Tim

RUANGBICARA.co.idManchester City kembali menelan kekalahan setelah sebelumnya dipermalukan rival sekota mereka, Manchester United, pada Liga Inggris pekan ke-22. Kali ini, pasukan asuhan Pep Guardiola harus menahan pil pahit usai takluk dari Bodo/Glimt dalam lanjutan Liga Champions yang berlangsung pada Rabu (21/1) dini hari WIB pukul 00.45.

Bertanding sebagai tim tamu di Aspmyra Stadion, Manchester City dipermalukan tuan rumah dengan skor 3-1. Tidak hanya kalah dari wakil Norwegia tersebut, City juga harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak kedua. Satu-satunya gol hiburan City dicetak oleh Rayan Cherki.

BACA JUGA: Arteta Kirim Sinyal Bahaya ke Inter Milan Jelang Big Match Liga Champions

Kekalahan ini menjadi pukulan menyakitkan bagi Manchester City. Dalam sesi konferensi pers usai laga, Pep Guardiola mengakui hasil buruk tersebut terjadi akibat minimnya ketersediaan pemain. Ia juga memuji konsistensi serta determinasi tinggi yang ditunjukkan Bodo/Glimt, yang membuat timnya kesulitan sepanjang pertandingan.

“Sangat disayangkan kami memiliki pemain yang tidak hadir dan mereka akan memberi kami konsistensi yang lebih baik. Tetapi [Bodo/Glimt] terorganisir dengan baik. Kami sedikit kesulitan. Mereka benar-benar bagus,” ungkap Pep.

Meski menelan kekalahan 3-1, Guardiola menilai hasil ini tidak lebih menyakitkan dibandingkan kekalahan sebelumnya dari Manchester United. Menurutnya, City tampil tanpa kekuatan serangan dari sisi sayap akibat absennya Savinho dan Jeremy Doku.

“Kami tampil kurang maksimal melawan United, tetapi tidak hari ini. Di laga ini kami tidak memiliki Savinho, Jeremy, dan para pemain sayap kami,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, Pep Guardiola mengakui harus bekerja lebih keras untuk menemukan sistem permainan yang lebih dinamis di tengah badai cedera yang melanda skuadnya. Tantangan semakin berat mengingat City akan menghadapi jadwal pertandingan yang padat ke depan.

“Tapi kami terus maju, melawan Wolves dan kemudian Galatasaray. Kami merasa semuanya berjalan tidak sesuai rencana, detail-detailnya, tetapi kami harus mencoba mengubahnya untuk ke depannya secara matang,” tandasnya.

Kekalahan ini membuat Guardiola dinilai perlu melakukan perubahan formasi dalam laga-laga selanjutnya, terutama di tengah krisis pemain yang sedang dialami. Hasil negatif ini juga seharusnya menjadi momentum kebangkitan City setelah menelan dua kekalahan beruntun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *