Industri Perhiasan Indonesia Miliki Daya Saing Global

Lebih lanjut, Reni menjelaskan bahwa industri perhiasan mengalami transformasi signifikan seiring perubahan gaya hidup, teknologi, dan tren pasar global. Saat ini, perhiasan tidak hanya sekadar aksesori, tetapi juga mencerminkan warisan budaya, keberlanjutan, dan modernitas.

Salah satu tren yang berkembang adalah penggunaan desain minimalis dengan sentuhan teknologi, seperti 3D printing. Teknologi ini memungkinkan produsen menciptakan perhiasan dengan tampilan mewah namun bobot lebih ringan.

Personalisasi Produk

Selain itu, personalisasi produk menjadi lebih mudah dilakukan sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen, terutama generasi muda.

“Perhiasan tidak lagi hanya digunakan dalam acara perayaan tertentu, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Oleh sebab itu, desain perhiasan terus berkembang mengikuti permintaan pasar yang mengarah pada desain yang lebih minimalis, fungsional, dan elegan,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap industri perhiasan dalam negeri, Kemenperin terus mendorong kolaborasi antara pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), desainer lokal, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri perhiasan di Indonesia.

BACA JUGA: Strategi Pemerintah Perkuat Daya Beli Masyarakat Selama Ramadan dan Jelang Idulfitri 2025

Salah satu strategi yang dijalankan adalah mendukung penyelenggaraan pameran dagang perhiasan bertaraf internasional, yakni Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *