Revisi Permendag, Freeport Akan Ekspor Konsentrat Tembaga

JakartaKementerian Perdagangan berencana merevisi peraturan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) tentang izin ekspor konsentrat tembaga PT Freeport.

Demikian disampaikan Budi Santoso, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Kamis (7/7/2023).

Budi Santoso berharap perubahan Permendag tersebut selesai pekan ini.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini Permendag sudah selesai. Pertama harus ada Permendag dan harus diubah,” kata Budi.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pemerintah masih mengizinkan PT Freeport mengekspor konsentrat tembaga setelah Juni 2023.

Padahal, sejak 10 Juni 2023, pemerintah menghentikan ekspor komoditas bijih mentah.

Baca juga: Presiden Jokowi Bertemu PM Australia, Bahas Kerja Sama 4 Sektor

Penghentian itu dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan dan Pertambangan Batubara.

Namun, khusus untuk PT Freeport, mereka masih bisa mengekspor konsentrat tembaga hingga smelter yang sedang dibangun mulai beroperasi pada 2024.

“Boleh (ekspor konsentrat tembaga) sampai progres yang dia janjikan selesai (smelter) dan paling lambat pertengahan tahun depan,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Keputusan tersebut disetujui oleh Chief Executive Officer (CEO) Freeport-McMoran Inc. Sementara itu, Presiden Komisaris PT Freeport Indonesia Richard C Adkerson meminta persetujuan ekspor konsentrat tembaga setelah 10 Juni 2023.

Oleh karena itu, misi tersebut dapat dicapai hingga tahun 2024 saat smelter tembaga baru di Manyar, KEK JIIPE di Gresik, Jawa Timur, beroperasi penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar