Baca juga:Â Masih Perawan, Prancis Bisa Meringis Dihajar Mali
Sebanyak total 16 gol berhasil diciptakan pasukan Der Panzer sebelum jumpa Prancis. Artinya tim asuhan Christian Wuck jauh lebih produktif ketimbang tim asuhan Jean-Luc Vannuchi. Sebaliknya, untuk urusan menjaga pertahanan, Les Blues justru lebih piawai. Di bawah komando Kayi Sanda, gawang Prancis yang dikawal Paul Argney relatif lebih mampu menghalau gempuran lawan.
Dari dua fakta tersebut, maka bisa dianalisis bahwa final Pildun U-17 kali ini mempertemukan dua kutub kekuatan. Prancis kuat dalam bertahan, sementara Jerman kuat dalam menyerang. Akankah pertandingan berjalan alot? Akankah final ini disudahi dengan adu tos-tosan? Jawabannya sangat mungkin.
Final ini sebenarnya hanyalah pengulangan Final Euro U-17 yang juga mempertemukan Jerman vs Prancis. Final yang dilangsungkan pada Juni 2023 lalu di Hungaria itu akhirnya dimenangkan Jerman melalui babak adu penalti, setelah bermain 0-0 pada waktu 90 menit.
Jadi boleh dibilang kedua tim sesungguhnya sudah saling mengenal. Bahkan mayoritas starting eleven-nya pun tak jauh beda.
Kendati relatif berimbang, secara mental bermain, Jerman lebih teruji karena berhasil melewati adanga tim calon juara seperti Spanyol dan Argentina. Jika tak ada kejadian luar biasa, seperti kartu merah atau hukuman penalti, maka Jerman lebih berpeluang untuk mengawinkan gelar Eropa dan Dunia di tahun ini.







1 komentar