Abo tak luput dari pandangan skeptis masyarakat. Dengan kondisi fisik yang berbeda, banyak yang meragukan kemampuannya. Namun, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk sukses.
“Orang-orang melihat saya berbeda, tapi saya tetap maju. Saya berpikir, kalau orang lain bisa, saya juga bisa. Saya terus berusaha dan akhirnya bisa memiliki bengkel sendiri,” kata Abo.
Kejadian Menyakitkan
Bahkan, ia mengalami berbagai kejadian menyakitkan, seperti terluka saat membongkar motor. Namun, semua itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang.
Seiring berkembangnya usaha, nama Abo Racing mulai dikenal di daerahnya. Julukan “Abo” pun diberikan oleh teman-temannya sebagai nama panggilan yang kini melekat. Dengan kerja keras dan dedikasi, Abo berhasil menjadikan bengkel miliknya sebagai tempat terpercaya bagi para pelanggan.
Kini, Abo Racing tidak hanya menjadi mekanik biasa, tetapi juga sosok inspiratif bagi banyak orang. Kisah perjuangannya membuktikan bahwa semangat dan ketekunan bisa mengalahkan segala keterbatasan.
Abo berpesan kepada semua orang agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
“Dalam hidup ini, tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita ada kemauan. Jangan pernah takut mencoba dan teruslah berusaha,” pesannya.
Terakhir, ia berharap pemerintah memberikan dukungan bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
“Abo gak mau, teman Abo di luar sana yang memiliki keterbatasan fisik tidak diperhatikan. Saya berharap ada program pemerintah yang pro-difabel, seperti bantuan modal usaha atau pelatihan keterampilan. Jangan sampai mereka hanya dianggap bisa mengemis saja,” pungkasnya.
Kisah inspiratif Abo Racing ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Dengan tekad dan kerja keras, siapa pun bisa meraih kesuksesan.











