RUANGBICARA.co.id – Dunia musik tanah air kembali diselimuti awan mendung. Sosok yang menjadi otak di balik tembang-tembang abadi yang menemani generasi 90-an, Ndhank Surahman Hartono, dikabarkan telah mengembuskan napas terakhirnya. Kepergian sang gitaris sekaligus pencipta lagu bertangan dingin ini meninggalkan duka mendalam bagi industri kreatif Indonesia.
Kabar duka ini pertama kali tersiar melalui unggahan resmi akun Instagram AKSI Bersatu. Kepergian Ndhank yang terjadi pada Sabtu, 18 April, membawa rasa kehilangan yang besar bagi rekan-rekan sejawatnya.
BACA JUGA: Kejutan One Piece 1180: Kemunculan Nerona Imu di Elbuff dan Rahasia “Maki” yang Mengguncang Dunia!
Kepastian berita ini diperkuat oleh pernyataan anggota AKSI, Ari Bias. Dalam konfirmasinya, Ari menyebutkan bahwa sang musisi akan mendapatkan peristirahatan terakhirnya jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Jenazah Ndhank direncanakan akan disemayamkan dan dimakamkan di Manado, Sulawesi Utara.
“Iya, benar. (Disemayamkan dan dimakamkan) di Manado,” ungkap Ari Bias saat dikonfirmasi pada Minggu (19/4).
Warisan Nada yang Takkan Lekang oleh Waktu
Bagi para penikmat musik, nama Ndhank Surahman mungkin tidak selalu berada di depan lampu sorot seperti sang vokalis, namun sidik jarinya tertanam kuat dalam sejarah kejayaan band Stinky. Ia adalah arsitek utama di balik lagu-lagu fenomenal yang hingga kini masih sering diputar di berbagai sudut tempat.
Dua karya terbesarnya yang paling membekas adalah:
“Mungkinkah”: Sebuah lagu kebangsaan bagi mereka yang merindu, yang berhasil melambungkan nama Stinky ke puncak popularitas.
“Jangan Tutup Dirimu”: Tembang manis yang membuktikan kepiawaian Ndhank dalam meramu lirik romantis dengan melodi yang easy listening.
Kepergian Ndhank bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi jutaan pendengar yang tumbuh besar bersama karyanya. Meskipun raga sang maestro kini telah tiada, melodi-melodi indah yang ia ciptakan akan terus bergema, melintasi ruang dan waktu, memastikan bahwa namanya akan selalu hidup di hati para pecinta musik Indonesia.











