Pemprov Banten Resmi Tetapkan UMK Tahun 2024, Ini Daftarnya

SerangPemerintah Provinsi Banten secara resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten-Kota (UMK) untuk tahun 2024. Keputusan ini diumumkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten Nomor 561/Kep.293-Huk/2023 tentang Upah Minimum Kabupaten-Kota di Provinsi Banten Tahun 2024.

M Taqwim, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menjelaskan bahwa kenaikan UMK dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi, inflasi di masing-masing daerah, dan tingkat konsumsi rumah tangga.

Hal ini sesuai dengan aturan pengupahan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 51.

“Itu sudah sesuai dengan regulasi PP 51,” kata Taqwim kepada media, di Serang, Kamis (30/11/2023).

Namun, ia enggan memberikan komentar mengenai bagaimana reaksi pihak buruh terhadap keputusan tersebut.

Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, Dedi Sudradjat, menyatakan bahwa buruh menolak UMK tahun 2024 yang telah ditetapkan oleh Pj Gubernur Banten.

Mereka berpendapat bahwa Pemerintah Provinsi tidak mempertimbangkan saran dari pemerintah kabupaten-kota terkait usulan kenaikan upah.

Baca juga: Protes Buruh Tuntut Kenaikan UMK Rp 3,7 Juta Tahun 2024

“Kalau melihat kita menolak SK yang dikeluarkan Pj gubernur Banten karena tidak sesuai rekomendasi kepala daerah, mereka sudah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk kemampuan pengusaha membayar upah, ketika gubernur menetapkan, kami kecewa dan menolak,” ucap dia.

Buruh juga menyoroti standar kenaikan upah yang menggunakan formula PP 51. Mereka menilai formula ini tidak adil karena unsur penghitungan upahnya menggunakan indeks pertumbuhan ekonomi yang nilainya dikalikan 0%.

“Di situ ada faktor alpha yang 0% sekian, sehingga berapapun nilainya, ketika dikalikan alpha pasti rendah kenaikannya, itu dari awal pola itu kami menolak,” tambah Dedi.

Menyikapi keputusan ini, buruh berencana melakukan konsolidasi dengan serikat pekerja untuk membahas apakah akan melakukan aksi penolakan ke Pemerintah Provinsi Banten.

Kenaikan UMK di Kabupaten-Kota Banten untuk Tahun 2024

1. Kabupaten Pandeglang naik 1,03% dari Rp 2.980.351,46 menjadi Rp 3.010.929,87.
2. Kabupaten Lebak naik 1,16% dari Rp 2.944.665,46 menjadi Rp 2.978.764,69.
3. Kabupaten Serang naik 1,51% dari Rp 4.492.961,28 menjadi Rp 4.560.894,85.
4. Kabupaten Tangerang naik 1,64% dari Rp 4.527.688,52 menjadi Rp 4.601.988,00.
5. Kota Tangerang naik 3,83% dari Rp 4.584.519,08 menjadi Rp 4.760.289,54.
6. Kota Tangerang Selatan naik 2,62% dari Rp 4.551.451,70 menjadi Rp 4.670.791,00.
7. Kota Cilegon naik 3,39% dari Rp 4.657.222,94 menjadi Rp 4.185.102,80.
8. Kota Serang naik 1,41% dari Rp 4.090.799,01 menjadi Rp 4.148.602.00.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *