Siapa Sarwo Edhie Wibowo? Tokoh Penting Penumpasan G30S/PKI

Jumlah korban dalam penumpasan ini sangat besar, dengan perkiraan korban tewas mencapai ratusan ribu hingga jutaan orang. Dalam sebuah pengakuan kepada anggota DPR, Sarwo Edhie mengungkapkan bahwa korban tewas bisa mencapai 3 juta jiwa.

Meski jumlah ini masih menjadi perdebatan, peran Sarwo Edhie dalam operasi tersebut diakui sangat signifikan.

Keterlibatan dalam Supersemar dan Akhir Karier

Pada tahun 1966, ketika terjadi gelombang protes besar-besaran terhadap Soekarno, Sarwo Edhie bersama Kemal Idris turut mendukung gerakan mahasiswa. Pada 11 Maret 1966, Sarwo Edhie dan pasukannya mengepung Istana Presiden, yang akhirnya mendorong Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberi kekuasaan kepada Soeharto.

Setelah itu, Sarwo Edhie terus menjalani karier militernya. Pada tahun 1967, ia diangkat sebagai Panglima Kodam II/Bukit Barisan di Sumatra dan kemudian menjadi Panglima Kodam XVII/Cendrawasih di Irian Barat. Di Irian Barat, Sarwo Edhie memimpin Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang menegaskan wilayah tersebut menjadi bagian dari Indonesia.

Sarwo Edhie Wibowo meninggal pada 9 November 1989 di usia 64 tahun. Ia dimakamkan di kampung halamannya di Purworejo, Jawa Tengah. Perannya dalam sejarah Indonesia, terutama dalam penumpasan G30S/PKI, menjadikannya salah satu tokoh militer paling penting di tanah air.

Riwayat Jabatan Sarwo Edhie Wibowo:

  • Komandan Batalion Divisi Diponegoro (1945–1951)
  • Komandan Resimen Divisi Diponegoro (1951–1953)
  • Wakil Komandan Resimen Akademi Militer Nasional (1959–1961)
  • Wakil Komandan RPKAD (1962–1964)
  • Komandan RPKAD (1964–1967)
  • Pangdam II/Bukit Barisan (1967–1968)
  • Pangdam XVII/Cenderawasih (1968–1970)
  • Gubernur AKABRI (1970–1974)

BACA JUGA: SBY Mimpi Segerbong Jokowi-Mega, Begini Respon NasDem

Sarwo Edhie Wibowo meninggalkan jejak sejarah yang mendalam dalam perjalanan bangsa Indonesia, terutama dalam menjaga keutuhan negara dari ancaman komunisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *