-
Sebelum berangkat: Dikerjakan di rumah sebelum melangkahkan kaki keluar.
-
Setelah pulang: Dikerjakan di masjid terdekat atau di rumah saat baru tiba sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan.
Relevansi Sholat Safar di Era Modern
Di era modern yang serba cepat, sholat safar memiliki urgensi tersendiri, salah satunya sebagai sarana melawan kecemasan. Bagi mereka yang diliputi kekhawatiran akan keterlambatan penerbangan atau risiko kecelakaan, sholat ini memberikan efek psikologis yang menenangkan.
Seperti yang disinggung Pandji Pragiwaksono dalam Podcast Denny Sumargo, komedi maupun media sosial kerap menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk kembali mempelajari literatur agama yang selama ini jarang disentuh.
Sejumlah ulama juga menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan sholat safar di rumahnya sebelum berangkat berarti telah meninggalkan “wakil” terbaik, yakni perlindungan Allah, bagi keluarga yang ditinggalkan.
Penting untuk dicatat, sholat safar tidak menggantikan sholat wajib. Bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh, tetap diperbolehkan untuk meringkas (qashar) atau menggabungkan (jamak) sholat fardu. Sholat safar hadir sebagai ibadah sunnah yang menjadi “pemanis” sekaligus penyempurna perjalanan.
BACA JUGA: Siapa Jean-Luc Brunel? Aktor Penting di Balik Bisnis Jeffrey Epstein dalam File Epstein Library
Munculnya pembahasan sholat safar di ruang publik, meskipun berawal dari panggung komedi, menunjukkan bahwa rasa ingin tahu masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual tetap tinggi. Sholat safar mengajarkan bahwa sejauh apa pun perjalanan manusia, titik awal dan titik akhir paling aman selalu dimulai dengan mengingat Tuhan.












