Kedua, mendorong dialog dan kolaborasi lintas sektor melalui arsitektur OIS 2026. Ketiga, mengkatalisasi aksi nyata, kemitraan, serta investasi, termasuk melalui pengembangan inisiatif kolaboratif, platform, dan jalur investasi yang dapat berlanjut melampaui pelaksanaan OIS 2026.
Keempat, memperkuat keselarasan dan koherensi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, industri, organisasi internasional, inovator, filantropi, hingga masyarakat sipil, guna mendukung prioritas ekonomi biru Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto turut mempromosikan pelaksanaan OIS 2026 kepada para peserta WEF di Davos. Presiden mengajak para pemimpin dunia, tokoh ekonomi global, serta pelaku usaha internasional untuk menghadiri OIS 2026 di Bali.
BACA JUGA:Â Purbaya Yakin Tak Terjadi Krisis Ekonomi Meski Rupiah Melemah, Ini Alasannya
OIS 2026 sendiri dirancang sebagai platform tingkat tinggi yang berorientasi pada hasil, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan global untuk mendorong terwujudnya ekonomi biru yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.







