Menurut pedoman WHO 2023, pemberian MPASI dini dapat menyebabkan risiko penyakit gastrointestinal, seperti diare dan alergi. Perkembangan organ pencernaan bayi yang belum siap juga berkontribusi terhadap risiko ini.
“Kualitas MPASI yang lebih rendah dari ASI, terutama jika cair, mengakibatkan zat gizinya rendah dan risiko obesitas,” ujar Daisy.
2. Adekuat
Kedua, MPASI harus memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien untuk tumbuh kembang optimal. Pemberian MPASI harus memperhatikan usia, jumlah, frekuensi, konsistensi, dan variasi makanan.
3. Aman
Ketiga, MPASI disiapkan dan disimpan secara higienis dengan peralatan bersih. Makanan mentah harus dipisahkan dari makanan matang. Gunakan bahan segar yang dimasak hingga matang, seperti daging, ayam, telur, dan ikan.
4. Diberikan dengan Cara Benar
Keempat, MPASI harus terjadwal, lingkungan mendukung, dan prosedur makan yang tepat.
“Syarat terjadwal termasuk jadwal makan teratur dan terencana. Hindari memaksa makan, meskipun hanya 1-2 suap. Perhatikan tanda lapar dan kenyang bayi,” jelas Daisy.
Daisy juga menambahkan bahwa higiene, sanitasi, dan pemilihan bahan makanan yang tepat harus diperhatikan. MPASI harus mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral, terutama zat besi dan seng (zinc).
BACA JUGA: Obat Alami Gigi Berlubang dan Sakit Gigi, Siapa Sangka Ini Bisa Jadi Obatnya
Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi, MPASI harus beragam. Makanan perlu mencakup minimal 5 dari 8 kelompok makanan: ASI, makanan pokok, kacang-kacangan, produk susu, daging-dagingan, telur, sayur dan buah kaya vitamin A, serta sayur dan buah lainnya.












