RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Pasar saham Indonesia diguncang sentimen negatif global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas 6,8% ke level 8.393,51 pada pembukaan perdagangan Rabu (28/1/2026).
Penurunan tajam tersebut terjadi tak lama setelah pengumuman terbaru dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis pada Selasa (27/1) malam waktu GMT. Keputusan MSCI ini menjadi katalis utama gelombang aksi jual di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).
BACA JUGA:Â IHSG Dibuka Menguat, Sentimen Positif Warnai Awal Perdagangan
Sentimen negatif tercermin jelas dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 488 saham tercatat melemah, sementara hanya segelintir emiten yang mampu bertahan di zona hijau. Tekanan jual merata terjadi di hampir seluruh sektor, menandakan keluarnya dana asing secara agresif.
Di jajaran top losers, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) memimpin pelemahan dengan koreksi 15% ke level Rp595. Tekanan serupa dialami PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang terperosok 15% ke Rp1.445, disusul PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 15% ke Rp98.600.
Meski pasar didominasi warna merah, sejumlah saham masih mencatat lonjakan signifikan. PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) memimpin daftar top gainers dengan penguatan 25% ke Rp100. Selanjutnya, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) melesat 22,06% ke Rp1.715, sementara PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) menguat 21,28% ke Rp228.







