Di sektor farmasi, produk-produk Indonesia turut menunjukkan performa kuat. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk telah menembus Filipina, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab. BUMN PT Indofarma Tbk mengekspor enam produk obat ke Afghanistan, tiga ke Singapura, dan dua ke Kamboja. PT Phapros juga mengapalkan berbagai produk ke Timor Leste, Peru, dan Kamboja.
Raksasa farmasi nasional, Dexa Group, memperlihatkan jangkauan ekspor yang sangat luas meliputi Asia Tenggara, Eropa, Amerika, hingga Afrika. Sementara itu, PT Konimex mengirimkan produk-produknya ke Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, China, Jepang, Arab Saudi, hingga Kanada.
Produk herbal Indonesia juga mendapat tempat istimewa di pasar internasional. PT Setia Kawan Abadi mengekspor Golden Koffie dan Go-Slim ke Nigeria, serta Pinoy Jamu Booster dan Integra ke Filipina. Sementara PT Sinkona Indonesia Lestari menguatkan posisi Indonesia sebagai pemasok minyak atsiri dunia dengan ekspor minyak nilam, sereh wangi, dan pala.
Menurut Taufiek, kemajuan ekspor ini merefleksikan kekuatan industri nasional yang mampu memadukan keunggulan bahan alami dengan teknologi modern.
“Keberhasilan ekspor ini adalah validasi atas standar kualitas tinggi dan inovasi yang diterapkan oleh industri farmasi dan kosmetik Indonesia. Permintaan terus meningkat, dan kemampuan menembus pasar beragam membuktikan daya saing global produk Indonesia,” ujarnya seperti dikutip, Minggu (16/11/2025).
BACA JUGA: Grup Bakrie Kuasai Penuh Tol Cimanggis–Cibitung, Nilai Akuisisi Tembus Segini
Pencapaian ini sekaligus menegaskan resiliensi sektor manufaktur strategis Indonesia. Selain menyumbang devisa, keberhasilan ekspor juga memperkuat citra Indonesia sebagai pusat produksi farmasi dan kosmetik berkelas dunia, menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan industri di masa depan.










