Kebakaran Hebat di Tangerang Ganggu Penerbangan, AirNav Ubah Pola Pendaratan di Soekarno-Hatta

Situasi Membaik

Pada pukul 16.00 WIB, kondisi di Runway 25R mulai membaik seiring berkurangnya kepulan asap. Hal ini memungkinkan pendaratan pesawat pertama, SJV 765, pada pukul 16.09 WIB, diikuti oleh LNI 603 satu menit kemudian. Lima menit berselang, pesawat milik Singapore Airlines juga berhasil mendarat dengan aman di runway yang sama.

Untuk menjaga keselamatan, AirNav Indonesia menerapkan interval pendaratan setiap 10 menit.

Gangguan akibat kebakaran ini berdampak signifikan terhadap lalu lintas udara. Sebanyak 47 pesawat terpaksa melakukan holding di langit Jakarta, menunggu izin pendaratan. Sementara itu, satu pesawat harus melakukan Return to Base (RTB) ke Palembang demi keselamatan.

“Prosedur holding dan RTB merupakan bagian dari standar keselamatan penerbangan yang diterapkan untuk memastikan keamanan seluruh pengguna jasa,” tambah Hermana.

Setelah situasi dinyatakan aman, AirNav Indonesia kembali mengaktifkan Runway 24 pada pukul 18.00 WIB. Pesawat CTV 975 menjadi yang pertama mendarat dengan selamat di landasan tersebut.

BACA JUGA: Bikin Penasaran! Ini Fakta di Balik Salat Idul Fitri Lebih Awal di Pesantren Al Khoiriyah

Terakhir, AirNav Indonesia menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan layanan navigasi udara, terutama dalam situasi darurat seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *