RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan minyak goreng menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026 dalam kondisi aman dengan harga yang tetap terkendali. Pemerintah menegaskan ketersediaan stok di pasar cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode lonjakan konsumsi tersebut.
Kepastian itu disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau langsung proses produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI), Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). Dari hasil pemantauan, produksi berjalan normal dan distribusi dinilai mampu menopang kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.
BACA JUGA: IHSG Dibuka Menguat, Sentimen Positif Warnai Awal Perdagangan
“Kami telah mengecek langsung proses produksi dan ketersediaan minyak di PT MONI. Pada prinsipnya, pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan dan Idulfitri. Kami juga memastikan harga tetap terkendali untuk menyambut HBKN,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resminya, Senin (9/2).
Kemendag juga mengimbau masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada MINYAKITA. Di pasar tersedia berbagai pilihan minyak goreng, baik kategori premium maupun second brand, dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau.
Menurut Budi, banyaknya jenis dan merek minyak goreng di pasaran memberikan alternatif bagi konsumen. Pemerintah juga telah meminta produsen memproduksi minyak goreng setara MINYAKITA serta mendorong peredaran produk lain dengan harga yang tetap ramah di kantong masyarakat.












