RUANGBICARA.co.id, Jakarta – Persija Jakarta sukses mengamankan tiga poin krusial saat menjamu Madura United dalam lanjutan BRI Super League putaran kedua. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/1/2026) malam WIB, Macan Kemayoran menang dengan skor 2-0.
Namun, kemenangan tersebut tak sepenuhnya disambut euforia. Di balik hasil positif, performa sejumlah pemain justru menuai kritik tajam dari Jakmania, khususnya terhadap Allano Brendon de Souza Lima dan Maxwell Souza yang dinilai bermain terlalu egois.
BACA JUGA:Â Cabut dari MU, Ternyata Klausul Kontrak Casemiro Jadi Biang Keroknya
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija tampil dominan dengan penguasaan bola yang cukup tinggi. Sayangnya, dominasi tersebut tak diiringi permainan yang agresif dan atraktif. Serangan-serangan Persija kerap terhenti di lini pertahanan Madura United yang tampil disiplin dan rapat.
Gol pembuka Persija baru tercipta di menit ke-44 melalui titik putih. Gustavo Almeida dijatuhkan oleh bek Madura United, Mendonca, di dalam kotak penalti. Wasit sempat meninjau VAR sebelum akhirnya mengesahkan penalti tersebut. Gustavo yang dipercaya sebagai algojo sukses menaklukkan kiper Madura United, Mochammad Dicky Indrayana, yang tampil gemilang sepanjang laga.
Memasuki babak kedua, alur permainan tak banyak berubah. Persija masih kesulitan membongkar pertahanan lawan hingga akhirnya kembali mendapat penalti di masa injury time.
Momen ini sempat memicu kontroversi. Pasalnya, tendangan pertama Maxwell sebenarnya berhasil ditepis Dicky Indrayana, bola rebound kemudian disambar Alaeddine Ajaraie dan masuk ke gawang. Namun, setelah VAR kembali meninjau, wasit memutuskan penalti diulang karena sejumlah pemain dinilai lebih dulu masuk ke area kotak penalti.
Pada kesempatan kedua, Maxwell tak menyia-nyiakan peluang dan memastikan kemenangan 2-0 untuk Persija hingga laga usai.












