RUANGBICARA.co.id – Dinamika politik nasional kembali bergulir setelah Nina Bahtiar resmi meninggalkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan ini tentunya menandai babak baru perjalanan politik putri mantan Kapolri Dai Bachtiar tersebut.
Langkah Nina dinilai sebagai keputusan berani yang sarat perhitungan politik. Tak sekadar berpindah partai, ia langsung mendatangi kantor DPP PSI di Jakarta untuk mengukuhkan langkah politik barunya.
BACA JUGA: Bupati Pekalongan yang Kena OTT KPK Itu Pernah Populer Lewat Lagu ‘Cik Cik Bum Bum’, Ini Liriknya
Dalam pertemuan tersebut, Nina diterima langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Ia juga secara resmi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI serta mendapatkan arahan terkait peran dan kerja-kerja politik yang akan dijalankan ke depan.
Sekretaris DPW PSI Jawa Barat, Sendi Fardiansyah, menyambut positif bergabungnya Nina Bahtiar ke dalam keluarga besar partai tersebut.
“Kami menyambut baik bergabungnya Ibu Nina di PSI. Rekam jejak dan ketokohan beliau di Jawa Barat, khususnya di Indramayu, tentu menjadi energi dan semangat baru untuk PSI,” ujar Sendi kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kehadiran Nina bukan sekadar menambah jumlah kader, melainkan juga memperkuat barisan partai di tingkat provinsi.
“Mas Ketum sudah memberikan arahan khusus untuk Ibu Nina terkait kerja-kerja politik ke depan,” tambahnya.
Sendi juga memastikan bahwa Nina akan mengambil peran strategis dalam penguatan struktur partai, terutama di wilayah Jawa Barat.
“Ibu Nina akan memperkuat struktur kepengurusan di DPW PSI Jawa Barat,” tegasnya.
Sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbesar secara nasional, Jawa Barat menjadi salah satu fokus utama konsolidasi PSI. Wilayah ini dipandang sebagai medan strategis dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Dengan bergabungnya Nina Bahtiar, PSI berharap dapat memperkuat soliditas kader sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat di wilayah tersebut.









