RUANGBICARA.co.id – Pekan ke-19 Bundesliga menjadi momen yang tak terlupakan bagi Bayern Munchen musim ini. Saat menjamu FC Augsburg di Allianz Arena, Munchen, pada 24 Januari 2026, skuad asuhan Vincent Kompany harus menelan kekalahan kandang pertama mereka sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan di kompetisi liga.
Selain resmi mengakhiri catatan tanpa kekalahan, hasil tersebut juga menjadi kekalahan perdana Bayern Munchen di kandang sendiri pada Bundesliga musim 2025/2026. Dalam laga yang berjalan hingga 96 menit, Bayern Munchen harus mengakui keunggulan tim tamu Augsburg, yang dilatih Manuel Banum, dengan skor akhir 1–2.
BACA JUGA: SEJARAH! Alter Ego Bantai 2 Raksasa Dunia dalam Sehari, M7 Milik Indonesia?
Menanggapi kekalahan tersebut, Vincent Kompany mengaku kecewa tidak mampu membawa tim Bavaria meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Ia menilai performa timnya menurun, terutama dalam aspek kreativitas serangan pada awal pertandingan.
“Saya lebih kecewa dengan hasilnya daripada dengan performanya. Hasil ini untuk orang-orang yang selalu tahu bahwa Bundesliga tidak mudah dan setiap pertandingan penuh risiko. Dan menurut saya kekalahan ini merupakan indikasi dari kami bermain stabil di babak pertama, tetapi tanpa banyak kreativitas,” ujar Kompany dalam sesi konferensi pers, Sabtu (24/1).
Pelatih asal Belgia itu menegaskan bahwa Bayern Munchen telah berusaha menciptakan banyak peluang untuk meraih kemenangan. Namun, perlawanan ketat dari Augsburg membuat timnya harus menerima kenyataan pahit tersebut.
“Kami sudah berusaha, tetapi di babak kedua kami tidak mampu menghadirkan energi yang cukup di lapangan. Itu memberi Augsburg kesempatan untuk menjadi berbahaya. Kami telah meraih banyak sekali kemenangan di sini dan sering kali punya alasan untuk merayakan, tetapi sekarang kami kalah, dan kami harus menerimanya,” tambah Kompany.
Tak hanya soal kreativitas serangan, Kompany juga menyoroti kondisi skuadnya yang dilanda cedera. Absennya sejumlah pemain kunci akibat padatnya jadwal pertandingan dinilai turut memengaruhi hasil laga. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin menjadikan situasi tersebut sebagai alasan.
“Ketika ada tujuh pertandingan dalam 20 hari, maka setiap pemain yang absen selama seminggu akan melewatkan tiga pertandingan. Dan ketika dia kembali, dia membutuhkan waktu untuk mencapai kebugaran penuh. Ini bukan alasan, saya ingin semua orang bugar, tetapi tidak ada cedera jangka panjang. Kita tidak boleh mencari alasan. Kita harus berjuang seperti yang selalu kita lakukan dan mendapatkan hasil terlepas dari situasinya,” pungkasnya.










